nusabali

PDIP tetap Incar Parpol KGB

  • www.nusabali.com-pdip-tetap-incar-parpol-kgb

Kendati sudah menggaet Hanura, PDIP tetap mengincar tambahan mitra koalisi untuk Pilkada Gianyar 2018.

Perkuat Paket Aman dalam Pilkada Gianyar 2018


GIANYAR, NusaBali
Selain mengincar NasDem yang masih mengambang, PDIP juga menjajaki Demokrat yang sebetulnya telah membentuk Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) bersama Golkar-Gerindra-PKPI.

Upaya incar parpol KGB ini diungkapkan Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Agus Mahayastra, kepada NusaBali, Senin (12/6). Menurut Mahayastra, KGB belum-lah final, karena belum resmi mendeklarasikan koalisi untuk tarung Pilkada Gianyar 2018. Karena itu, pihaknya sangat berharap parpol anggota KGB bisa diajak bergabung dengan PDIP untuk mengusung pasangan Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun (Paket Aman).

“Kami harus terus jalin komunikasi dengan semua parpol, termasuk Demokrat dan NasDem. Nanti injury time yang akan menentukan kepastian koalisi parpol tersebut. Makanya, komunikasi kami dengan parpol lain tak boleh putus,” jelas Calon Bupati (Cabup) Gainyar darei PDIP ini.

Mahayastra menegaskan, harapan agar parpol KGB seperti Demokrat bisa gabung ke Paket Aman, karena mengacu koalisi di Pilkada Gianyar 2013 lalu, di mana pasangan AA Gde Agung Bharata-Made Agus Mahayastra (Paket Bagus) dengan mudah memenangkan pertarungan. Kala itu, Paket Bagus diusung PDIP-Demokrat. Mereka sukses mengalahkan pasangan Tjokorda Gede Putra Nindia-AA Gde Ngurah (Paket Ning) diusung Golkar bersama mitra koalisinya.

Menurut Mahayastra, tarung Pilgub Bali 2018 pasti berpengaruh terhadap Pilkada Gianyar 2018, yang digelar bersamaan. Namun, Mahayastra belum tahu, apakah Demokrat dan Gerindra akan mengusung paket calon tersendiri atau tidak di Pilgub Bali 2018 nanti.

Khusus untuk NasDem yang hingga kini belum sepakat bergabung dengan KGB di Gianyar, menurut Mahayastra, ada kemungkinan akan bisa dirangkul PDIP untuk bersama-sama mengusung Paket Aman. Bagi Mahayastra, semakin banyak parpol parlemen yang ikut mengusung Paket Aman, kian besar pula peluang untuk memenangi Pilkada Gianyar 2018.

“Sebab, setiap anggota DPRD Gianyar setidaknya punya massa nyata, karena sering menurunkan bansos ke desa-desa. Mereka juga selalu berkomunikasi dengan  masyarakat, bendesa, dan kelian secara intensif,” jelas politisi PDIP asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangan yang masih menjabat Wakil Bupati Gianyar 2013-2018 ini.

Mahayastra menegaskan, apa pun kondisinya, Paket Aman sangat siap bertarung ke Pilkada Gianar 2018 nanti. Sebab, Paket SAman bertarung dengan modal kekuatan awal 19 kursi DPRD Gianyar hasil Pileg 2014, masing-masing 16 kursi parlemen milik PDIP dan 3 kursi parlemen milik Hanura.

Ditanya tentang kepastian Paket Aman akan direkomendasi DPP PDIP, Mahayastra menegaskan pasangan ini sudah dapat dukungan secara aklamasi melalui Rakercab PDIP. Paket Aman juga sudah disampaikan dalam rapat-rapat DPD PDIP Bali. Bahkan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto juga hadir saat acara deklarasi Paket Aman di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Pakraman Bedulu, Gianyar, Desember 2016 lalu.

Waktu itu, Paket Aman dideklarasikan bersamaan dengan pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (Koster-Ace), yang maju sebagai Cagub-Cawagub ke Pilgub Bali 2018. Menurut Mahayastra, Hasto kala itu siap merestui Paket Aman untuk bergerak ke lapangan. “Bukan berarti rekomendasi sudah keluar. Tapi, sinyal rekomendasi dari DPP PDIP sudah ada,” tegas Mahayastra yang notabene mantan ketua DPRD Gianyar 2009-2013.

Dalam Pilkada Gianyar 2018, Paket Aman diskenariokan akan bertarung head to head melawan pasangan calon yang diusung KGB. Hingga kini, KGB belum memastikan siapa pasangan calon yang akan diusung. Namun, KGB diperkirakan akan menggaet tokoh dari Puri Agung Ubud untuk diusung sebagai Cabup atau Cawabup Gianyar.

KGB sudah dibentuk oleh empat parpol parleman melalui pertemuan di sebuah rumah makan kawasan Desa peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Minggu (11/6). Keempat parpol tersebut masing-masing Golkar (punya 7 kursi DPRD Gianyar), Demokrat (punya 5 kursi DPRD Gianyar), Gerindra (punya 5 kursi DPRD Gianyar), dan PKPI (punya 2 kursi DPRD Gianyar). Sebetulmya, pimpinan NasDem juga hadir dalam pertemuan hari itu. Namun, NasDem yang punya 2 kursi DPRD Gianyar belum sepakat ikut gabung KGB.

Sementara itu, Korda Gianyar DPW NasDem Bali, I Wayan Suryawan, mengatakan partainya sejak awal harus mengusung paket secara bersama-sama dengan partai koalisi, bukan hanya numpang untuk mendukung. Sejauh ini, NasDem belum ambil sikap apakah akan bergabung ke KGB atau PDIP di Pilkada Gianyar 2018, karena lebih fokus memilih figur.

“Dalam sebulan ke depan, kami masih jaring figur. Kami mesti yang menjajaki figur. Sangat bagus jika ada koalisi parpol yang figur calonnya nanti sama dengan figur kami,” jelas Wayan Suryawan saat dikonfirmasi NusaBali secara terpisah, Senin kemarin. *lsa

Komentar