nusabali

Menkop dan UMKM Kunjungi Desa Belantih

  • www.nusabali.com-menkop-dan-umkm-kunjungi-desa-belantih

BANGLI, NusaBali - Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki beserta jajaran berkunjung ke Koperasi Sektor Riil Komoditas  Unggulan Kopi Arabika dan Jeruk Unggulan di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (1/5) sore. 

Kunjungan kerja ini dipusatkan di Koperasi Produsen Tani Kini Dharma Kriya, Banjar Luahan, Desa Belantih. Menteri dan rombongan disambut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Hadir, anggota DPR RI Dapil Bali Nyoman Parta, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Ekadina, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar beserta Ny Suciati Diar, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangli, Camat Kintamani, para pengurus dan anggota Koperasi Produsen Tani Kini Dharma Kriya, Koperasi Pemasaran KBS Kopi Arabika MPIG dan Koperasi Konsumen Mitra Sentana Mandiri, dan lainnya.

Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki menyampaikan kopi Kintamani sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional. Bahkan kopi ini pernah masuk istana negara untuk menjamu tamu-tamu negara saat pelaksanaan Upacara 17 Agustus." Kualitas Kopi Kintamani sudah bagus, namun saat ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bisnis modelnya," ungkapnya.

Lanjutnya, selain kopi, Kintamani juga memiliki jeruk dengan kualitas yang baik. Namun di saat musim panen raya malah harga jeruk turun, bahkan sampai jatuh sendiri dari pohonnya. Pihaknya mengingatkan, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu kelembagaan produksinya dan hilirisasi. "Kita tidak boleh lagi bertani sendiri-sendiri, tetapi harus menerapkan corporate farming dengan memperkuat kelembagaan koperasi," tegasnya.

Disampaikan, koperasi inilah yang nantinya membuat tempat pengolahan jeruk saat panen raya, sehingga jeruk masih memiliki nilai ekonomi. Kementerian Koperasi dan UMKM akan hadir untuk membantu proses tersebut.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, sungguh menjadi kehormatan bagi Pemkab Bangli, karena pada hari ini Menteri Koperasi dan UMKM RI bersama rombongan berkesempatan hadir di Bangli. Kehadiran ini untuk bertemu dengan pelaku koperasi khususnya koperasi di bidang komunitas unggulan kopi dan jeruk.

Di Bidang Pertanian. Kabupaten Bangli memiliki potensi komoditas kopi, jeruk, dan bawang merah. Komoditas ini merupakan komoditas unggulan yang pemasarannya sudah ke tingkat regional, nasional bahkan sudah ketingkat internasional, khususnya untuk komoditas kopi. Komoditas kopi yang dikenal oleh masyarakat pencinta kopi adalah jenis kopi Arabika, yang memiliki aroma khas dan oleh dikenal dengan nama kopi Kintamani.

Secara statistic, jumlah lahan kopi di Kabupaten Bangli  5.921,18 hektare, dengan produksi rata-rata per tahun sebanyak 2.082,30 ton. Sedangkan luas lahan jeruk di Kabupaten Bangli 3.554.123 hektarre, dengan produksi rata-rata per tahun 147.278 ton.

‘’Potensi ini merupakan salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Bangli apabila dikelola secara baik akan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk pengelolaannya adalah berupa koperasi, disamping bentuk usaha lainnya," jelasnya.

Jumlah koperasi aktif di Kabupaten Bangli 202 badan hukum, dengan anggota 63.685 orang, total aset Rp 698.566.125.240. Tenaga kerja yang terserap 1.067 orang. Dari jumlah koperasi tersebut, Koperasi Produsen Tani Kini Dharma Kriya, Koperasi Pemasaran KBS Kopi Arabika MPIG dan Koperasi Konsumen Mitra Sentana Mandiri merupakan koperasi di bidang pengolahan kopi dan jeruk. Jumlah koperasi yang bergerak di bidang komoditas kopi masih lebih sedikit di banding potensi yang ada. Karena masih banyak kelompok -kelompok masyarakat yang bergerak secara sendiri dalam pengelolaan kopi.@7esa

Komentar