nusabali

Empat Karya Ekraf Buleleng Bersertifikat HKI

  • www.nusabali.com-empat-karya-ekraf-buleleng-bersertifikat-hki

SINGARAJA, NusaBali
Perlindungan terhadap kemurnian karya dilakukan di segala sektor. Tidak terkecuali bidang ekonomi kreatif (ekraf).

Sebanyak empat karya ekraf Buleleng belum lama ini mendapatkan pengakuan berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).  

Proses pengakuan hingga terbitnya HKI ini difasilitasi Dinas Pariwisata dan Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Keempat karya kreatif itu yakni Naskah Drama/Pertunjukan dengan judul ‘Jayaprana Layonsari’ dan ‘11 Kisah Ibu’, serta Kumpulan Puisi Prihentemen. Kedua karya itu ditulis Kadek Sonia Piscayanti.

Lalu pencatatan ciptaan HKI ketiga adalah ‘Ilustrasi Desain Panilan Gong Kebyar Segara Madu’ yang diciptakan Komang Trisna Ananda. Karya keempat yakni desain kemasan produk jahe merah ‘Panji Herbal’ yang diciptakan oleh Nyoman Mariani.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Rabu (8/3), mengatakan pencatatan karya ekraf ini merupakan tugas pemerintah memberikan perlindungan dan penghargaan atas karya yang tercipta. Menurutnya pencipta karya yang bersangkutan pun mendapatkan perlindungan atas karyanya selama puluhan tahun.

“Karya yang sudah mendapatkan HKI ini akan mendapat perlindungan selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Khusus untuk ciptaan ilustrasi desain hanya berlaku 50 tahun sejak ciptaan pertama kali diumumkan. Ada juga yang 25 tahun seperti desain kemasan, macam-macam tergantung jenis karyanya,” terang Dody.

Mantan Camat Buleleng ini juga menjelaskan HKI bidang ekraf meliputi 17 sub sektor. Mulai dari pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, serta aplikasi.

Pengusulan HKI bidang ekraf ini pun disebutnya sengaja melibatkan Undiksha, agar lebih cepat penerbitan dari kementerian. Dinas Pariwisata dan Fakultas Ekonomi Undiksha setelah penerbitan HKI akan bertugas melakukan pengawasan. Terutama untuk mencegah adanya plagiarisme karya.

Sementara itu di tahun ini menargetkan ada 10 karya ekraf yang akan diusulkan untuk mendapatkan HKI. Dody mengaku optimis dapat memenuhi target itu melihat animo masyarakat sangat tinggi. *k23

Komentar