nusabali

Latihan Gabungan Ditutup Simulasi Penanganan Bom

  • www.nusabali.com-latihan-gabungan-ditutup-simulasi-penanganan-bom

DENPASAR, NusaBali
Hari terakhir latihan gabungan anti teror yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan simulasi penanganan bom dan bahan kimia.

Latihan tersebut dilaksanakan di parkiran Hotel Prime Plaza, Jalan Hang Tuah, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (20/10) pagi. Latihan sebagai bentuk kesiapan pengamanan nasional tersebut digelar sejak 17 Oktober 2022.

Latihan gabungan tersebut melibatkan personil Brimob Polda Bali, Puslabfor, Pusdokes, Puslabfor, Pusdokkes, dan Polresta Denpasar. Sementara dari unsur TNI melibatkan pasukan elit, yakni Yon Zipur 18/YKR, dan Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama, personil Lanal Denpasar, dan Personil Lanud Ngurah Rai. Selain itu juga Dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya.

"Latihan gabungan ini kita gelar sebagai bentuk kesiapan nasional dalam menghadapi pelaku terorisme dalam rangka persiapan pengamanan puncak Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) pada 15-16 November 2022 yang digelar di Nusa Dua," ungkap Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol Wawan Ridwan usai gelar latihan kemarin pagi.

Dikatakannya, latihan ini digelar agar para personil di wilayah Bali memiliki kemampuan dalam rangka pengamanan KTT G20. Latihan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi hal yang tak diinginkan, terutama terhadap ancaman terorisme.

Brigjen Wawan menegaskan latihan ini digelar sebagai bentuk kesiapan nasional dalam mengamankan event KTT G20. Ada atau tidak ada indikasi ancaman terorisme, persiapan harus tetap dilakukan. KTT G20 merupakan event skala internasional, dimana akan dihadiri oleh kepala negara dan tamu penting lainnya dari negara peserta maupun undangan.

"Kita harus melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam rangka mengantisipasi ancaman apapun yang akan terjadi. Simulasi hari ini (kemarin) meliputi penanganan ancaman kimia dan bom. Ancaman saat ini tidak hanya berupa bom peledak tetapi juga ancaman bahan kimia yang kemungkinan bisa saja digunakan oleh pelaku terorisme untuk mengancam atau menggagalkan kegiatan G20," ungkap perwira tinggi Polri yang dahulu pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Denpasar ini.

Jenderal bintang satu di pundak ini juga menegaskan, personil dan peralatan baik dari TNI mupun Polri sudah siap menghadapi segala bentuk ancaman, kimia, Bahan Radioaktif dan sebagainya. Personil yang disiagakan tidak hanya melihat satu bentuk ancaman, tetapi semua bentuk ancaman.

"Ancaman dari yang terkecil sampai terbesar kita siapkan pola pengamanan dan penanganannya. Pengamanan nanti akan dibagi dalam beberapa ring. Misalnya, ring satu adalah Paspampres, ring dua dan tiga personil TNI dan Polri," tandasnya.

Mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi dalam latihan yang menggunakan bahan berbahaya itu, arus lalu lintas di seputaran Hotel Prime Plaza dialihkan. Arus kendaraan di Jalan Bay Pas Ngurah Rai arah jalur ke Kuta dialihkan ke jalur arah ke Gianyar. Hingga selesai latihan dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita dapat berjalan lancar. *pol

Komentar