nusabali

5 SMP di Karangasem Gagal Jadi Sekolah Penggerak

  • www.nusabali.com-5-smp-di-karangasem-gagal-jadi-sekolah-penggerak

AMLAPURA, NusaBali
Sebanyak 14 SMP di Karangasem mengikuti tes untuk menjadi sekolah penggerak. Hasilnya, 5 SMP dinyatakan gagal.

Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Wayan Sutrisna menegaskan, penilaian langsung dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek. Sekolah penggerak sebagai langkah awal melakukan akselerasi dan menciptakan ekosistem pendidikan untuk mencapai Indonesia maju.

Wayan Sutrisna mengatakan, dari 14 SMP yang ikut tes, sebanyak 7 SMP dinyatakan lulus dan akan melaksanakan program sekolah penggerak. Masing-masing SMPN 2 Selat, SMPN 3 Kubu, SMPN 1 Abang, SMPN 3 Abang, SMPN 1 Bebandem, SMP Satu Atap Besakih, dan SMP Satu Atap Gegelang. Sementara dua SMP dinyatakan lulus cadangan yakni SMPN 4 Bebandem dan SMPN 2 Rendang. Selebihnya 5 SMP dinyatakan gagal. “Persiapan kami optimal dan seluruh instrumen yang dibutuhkan telah terpenuhi, namun lima sekolah dinyatakan gagal,” ungkap Wayan Sutrisna, Selasa (26/7).

Korwil Disdikpora Kecamatan Selat I Komang Gede Sudarsana mengaku kurang beruntung jadi sekolah penggerak. “Saya tidak tahu di mana kekurangannya, semua tahapan tes telah kami jalani,” jelas Komang Gede Sudarsana. Terpisah, Kasek SMPN 2 Selat I Komang Arta mengaku baru mengetahui sekolahnya dinyatakan lulus sebagai sekolah penggerak. Komang Arta mengatakan, manfaat sebagai sekolah penggerak yakni berkesempatan meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kompetensi kasek dan guru, mempercepat digitalisasi sekolah, di samping berupaya mengimbaskan ke sekolah terdekat. *k16

Komentar