nusabali

Kemenkes Telusuri Kasus MSS di Badung

  • www.nusabali.com-kemenkes-telusuri-kasus-mss-di-badung

Kasus bakteri Meningitis Streptococcuns Suis (MSS) ternyata menjadi sorotan pemerintah pusat.

MANGUPURA, NusaBali
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sampai harus turun ke Badung untuk melakukan penelusuran atas munculnya kasus ini, Jumat (31/3) kemarin.

Dari rombongan Kemenkes tersebut, diantaranya Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Subdit Penyakit Infeksi Emerging (PIE), dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Rombongan dipimpin Lucy Rahmadani Putri Subdit PIE Kemenkes RI.

Rombongan diterima oleh Dirut RSUD Mangusada dr Nyoman Gunarta, Kepala Bidang Pelayanan dr I Made Nurija MKes, Kasi Pelayanan Rawat Inap RSUD Mangusada Ni Nyoman Suardani, Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Alit Naya. “Iya, tadi ada dari Kemenkes ke sini melakukan verifikasi terhadap kasus meningitis,” aku dr Gunarta saat dikonfirmasi.

Menurut dr Gunarta, perhatian serius pemerintah pusat lantaran kasus ini merebak dengan cepat dan tidak saja terjadi di Badung tetapi beberapa kabupaten di Bali. “Selain ke Badung, rencananya rombongan juga terlebih dahulu ke provinsi, Singaraja, dan Tabanan, baru hari ketiga ke Badung,” katanya.

Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Alit Naya, mengakui rombongan kemenkes ke Badung terkait dengan munculnya bakteri MSS yang sempat merebak dan membuat sejumlah warga dirawat. Kedatangan rombongan Kemenkes, katanya, berupaya mengumpulkan data terkait kasus bakteri MSS ini. “Iya dari Kemenkes, ingin melakukan kajian berkaitan dengan MSS. Hampir tiga hari di sini (Bali). Mereka melakukan pengumpulan data awal seperti apa yang terjadi di Badung, kemudian catatan medis pasien, data sekunder, sekaligus minta informasi terkait apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun rumah sakit maupun peternakan dalam hal ini. Kami sudah sampaikan semuanya tadi ke rombongan,” jelas Gung Alit.

Selain melakukan pengumpulan data dari pemerintah, rencana rombongan Kemenkes juga akan mencari data pembanding dengan langsung turun ke lapangan. “Selain data dari kami, Kemenkes akan melanjutkan kajian ini secara detail ke lapangan, sehingga nanti pengambilan kebijakan mengerecut dan terfokus, walaupun kami sudah melaporkan ke pada mereka.”

“Mengenai kasus yang muncul pun sudah kami sampaikan. Dari catatan Diskes, kasus MSS di Badung berjumlah 40 kasus. Sebanyak 21 warga yang dirawat di RSUD Mangusada, 1 di RSUD Wangaya, 1 Rumah Sakit Bros juga kami telah sampaikan. Termasuk kurang lebih 20-an yang dirawat jalan juga kami sampaikan,” tandasnya. * asa

Komentar