nusabali

Polemik Patung Istri Kanya Mamanjang

  • www.nusabali.com-polemik-patung-istri-kanya-mamanjang

Tiba-tiba dari dalam ruangan rapat itu, Nyoman Gunarsa keluar ruangan rapat.

SEMARAPURA, NusaBali

Pemkab Klungkung menggelar rapat pembahasan polemik desain patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Rapat di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (20/3) pagi, untuk menampung aspirasi baik dari tokoh Puri Agung Klungkung, budayawan dan pihak lainnya.

Rapat dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Ida Bagus Anom Adnyana. Hadir Raja Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semaraputra, dan seniman Nyoman Gunarsa.

Nyoman Gunarsa hadir karena sebelumnya sempat mempersoalkan tender Patung Ida I Dewa Istri Kanya. Ia menilai beberapa bagian desain patung tersebut menjiplak buah karyanya. Namun rapat tertutup untuk awak media.

Tiba-tiba dari dalam ruangan rapat itu, Nyoman Gunarsa keluar ruangan rapat. Tampak, Kepala Dinas Sosial Klungkung Ida Bagus Adnyana mencoba menenangkan Nyoman Gunarsa supaya tetap berada di ruangan. Namun hal tersebut diabaikan Gunarsa.

“Ini sudah termasuk melanggar hak cipta, karena desain saya dilelang tanpa persetujuan saya,” ujar Nyoman Gunarsa bernada kesal, saat ditemui di luar ruangan rapat. Untuk desain 2 dimensi patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya itu, dirinya sendiri yang menggarap. Sedangkan minaturnya dalam bentuk patung atau 3 dimensi, ia bekerja sama dengan Yusman, pemiik studio Patung Yusman di Jogjakarta.

Saat proses tender berlangsung, kata Gunarsa, Yusman sempat memasukkan filenya ke proses lelang, tapi tidak bisa masuk. “Ada apa ini, apakah ada permainan di kabupaten,” tanya Gunarsa. Untuk menempuh upaya hukum saat ini, pihaknya mengaku masih pikir-pikir.

Ditemui usai rapat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, dari diskusi itu terungkap, walaupun sudah ada pemenang tender, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terbatas (rekortas) dan koordinasi kembali dengan BPKP untuk meminta petunjuk apakah re-desain ini bisa dilakukan. Karena dari tokoh puri juga sudah menyiapkan re-desainnya. “Sehingga harapan nanti apapun yang kami lakukan tidak menimbulkan masalah, apalagi tersangkut masalah hukum,” katanya.

Jika alternatif re-desain itu tidak bisa dilakukan, pihaknya akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan Nyoman Gunarsa terkait desain yang sudah ada. Kalau memungkikan dilakukan re-desain pihaknya berharap khususnya kepada pihak puri untuk tidak terlalu banyak melakukan perubahan agar tidak merubah volume pekerjaan. “Kami berharap patung ini bisa segera diwujudkan,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga ada alternatif desain patung Ida I Dewa Istri Kanya dalam hal ciri-ciri pahlawan ini. Dari bagian atas rambut pusung/pedesel, membawa lontar, menggunakan bulang pasang, wastra/dodot, selendang/simped, berdiri di atas plok padma, plok taman, bebatuan dan gunung rata. *wa

Komentar