nusabali

Lagi, BRSUD Tabanan Rawat Pasien Suspect MSS

  • www.nusabali.com-lagi-brsud-tabanan-rawat-pasien-suspect-mss

BRSUD Tabanan merawat satu pasien yang mempunyai ciri-ciri suspect Meningitis Streptococus Suis (MSS).

TABANAN, NusaBali
Pasien perempuan ini tiba di UGD BRSUD Tabanan, Minggu (19/3) sekitar pukul 12.40 Wita. Keluhannya panas badan, mengalami penurunan kesadaran, nyeri kepala tetapi tidak ada gejala kaku kuduk. Sementara ciri khas MSS adalah kaku kuduk.

Kabid Pelayanan Medik BRSUD Tabanan, dr Ketut Sudiarta menerangkan, pasien ini juga ada riwayat makan daging babi kering yang dibeli di pasar, seminggu lalu. Pasien inu tidak memakan lawar ataupun daging mentah. Setelah dilakukan CT Scan, pasien didiagnosa mengalami Meningoencephalitis (infeksi pada selaput otak dan sel otak) bukan MSS. “Bukan MSS, tetapi Meningoencephalitis yang disebabkan bakteri, jamur, dan virus,” tandas dr Sudiarta, Senin (20/3).

Sementara dua pasien suspect Meningitis Streptococus Suis (MSS), I Made Sutanaya, 55, dan Ni Nengah Mungkrig, 65, masih menjalani perawatan di BRSUD Tabanan. Kondisi keduanya dikatakan sudah membaik. Hanya saja pendengaran Sutanaya belum sembuh meski telinga kananya sudah mendengar suara. Hasil tes darah keduanya juga belum turun sehingga belum dipastikan apakah mereka positif MSS atau tidak.

Sutanaya, krama Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan ditawat di BRSUD Tabanan sejak Kamis (9/3). Menurut Ni Made Mastri, 54, kondisi suaminya, Sutanaya, sudah membaik. Telinga kanan sudah bisa mendengar suara sejak Sabtu (18/3). Hanya saja belum bisa mendengar secara jelas. “Kalau telinga bagian kiri sama sekali tidak merespon,” tutur Mastri saat dijumpai di BRSUD Tabanan, Senin (20/3).

Mastri mengatakan, Sutanaya boleh dipulangkan pada Selasa (21/3) karena kondisi fisiknya membaik. Sudah tidak keluhkan sakit kepala serta kaki lemas. “Katanya besok (hari ini red) sudah pulang, tetapi belum tahu juga kepastianya,” tambah Mastri. Sementara kondisi Mungkrig yang dirawat di ruangan Dahlia Nomor 6 BRSUD Tabanan juga membaik. Ia sudah bisa diajak berkomunikasi, namun masih mengalami sakit kepala dan rasa pusing ketika akan berdiri.

Direktur BRSUD Tabanan dr Nyoman Susila membenarkan kedua pasien kondisinya semakin membaik. Hanya saja belum tahu kepastian kedua pasien itu pulang. “Kalau sudah tidak ada lagi sakit kepala, muntah, dan panas badan baru diizinkan pulang,” terang dr Susila. Ditambahkan, hasil tes darah yang telah diuji di lab Rumah Sakit Sanglah Denpasar sudah keluar. Hanya saja belum diberitahu dari tim RS Sanglah apakah positif atau tidak. Sebab masih sedang mencari hak pendapat kedua (second opinion) ke Jakarta. * d

Komentar