nusabali

Hujan Warnai Paruman Pertisentana Manggis Kuning

  • www.nusabali.com-hujan-warnai-paruman-pertisentana-manggis-kuning

GIANYAR, NusaBali
Trah atau pertisentana Ida Bhatara Manggis Kuning yang berpusat di Puri Agung Gianyar, Kelurahan/Kecamatan Gianyar, menggelar Paruman Agung I, 17 - 19 April 2022 di Puri Agung Gianyar.

Paruman terakhir, Selasa (19/4) di Puri Loji, Puri Agung Gianyar, beragenda utama pengukuhan Pengurus Pusat Pertisentana Ida Bhatara Manggis Kuning, diwarnai guyuran hujan lebat.  Hujan mengguyur saat suguhan Tari Sekar Manggis, tarian maskot Manggis Kuning, untuk pembukaan paruman. Meski hujan, para penari tetap menari utuh dan memikat audiens hingga hujan reda.

‘’Ampura (maaf), pada kesempatan ini, cuaca tidak mendukung,’’ ujar AA Gde Panca Bimantara, Ketua Panitia Paruman. Dia menyebut, paruman ini dirancang sejak 2021.

Paruman dihadiri para panglingsir puri, antara lain Ida Dalem Semara Putra dari Puri Agung Klungkung, Ida Tjokorda Gde Putra Nindia dari Puri Agung Peliatan, Gianyar, Tjokorda Gde Putra Sukawati dari Puri Agung Ubud, AA Gde Mayun yang Wakil Bupati Gianyar dari Puri Agung Gianyar, dan sejumlah tokoh penting dari puri puri trah Manggis Kuning.

Paruman dilanjutkan dengan pembacaan biodata Sesepuh Agung Pertisentana Ida Bhatara Manggis Kuning dari Puri Agung Gianyar, Prof DR Anak Agung Gde Agung, yang mantan Menteri Sosial RI era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur). Dia adalah putra sulung DR Anak Agung Gde Agung yang Pahlawan Nasional. Prof DR Anak Agung Gde Agung memberikan sambutan pada paruman melalui video conferen. ‘’Maafkan, saya tak bisa hadir langsung dalam paruman karena sedang sakit,’’ ujar mantan anggota MPR RI (1999 – 2004) ini.

Dia berpesan agar trah Manggis Kuning memperkuat persatuan dan persatuan serta menjaga budaya Bali di tengah globalisasi. Dirinya minta AA Gde Mayun (Wakil Bupati Gianyar) mengukuhkan Pengurus Pusat Pertisentana Ida Bhatara Manggis Kuning, dengan penyematan pin pada baju para pengurus. Meski mengukuhkan, Wabup Gianyar AA Gde Mayun tak memberikan sambutan. Hingga paruman usai, adik mantan Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata ini enggan berkomentar tentang pelaksanaan paruman.

Paruman diakhiri dengan sambutan oleh Ketua Pengurus Pusat Pertisentana Ida Bhatara Manggis Kuning. Tokoh Puri Tulikup, Kecamatan Gianyar ini juga panjang lebar membeber kisah Manggis Kuning dari Kerajaan Sukawati hingga Dewa Manggis Api sebagai Raja I Gianyar dengan abhiseka Dewa Manggis Sukawati (Dewa Manggis IV). Lanjut membangun istana Griya Anyar, kini Puri Gianyar. Bangunan ini diperkirakan selesai pada Soma/Senin Paing, Langkir, tahun 1771 M. Berdasarkan kalender Masehi, hari tersebut pada 19 April 1771, kini sebagai Hari Jadi Kota Gianyar, sesuai Perda Gianyar No : 9 tahun 2004, tanggal 2 April 2004. *lsa

Komentar