nusabali

Dukung Industri Perkapalan Indonesia, Menko Airlangga Tinjau Produksi KRI Teluk Palu

  • www.nusabali.com-dukung-industri-perkapalan-indonesia-menko-airlangga-tinjau-produksi-kri-teluk-palu
  • www.nusabali.com-dukung-industri-perkapalan-indonesia-menko-airlangga-tinjau-produksi-kri-teluk-palu
  • www.nusabali.com-dukung-industri-perkapalan-indonesia-menko-airlangga-tinjau-produksi-kri-teluk-palu
  • www.nusabali.com-dukung-industri-perkapalan-indonesia-menko-airlangga-tinjau-produksi-kri-teluk-palu

BANDAR LAMPUNG, NusaBali.com – Sebagai Negara kepulauan, Indonesia sangat berkepentingan dengan keberadaan industry perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri. Selain memberikan multiplier effect untuk kemudian menjadi penggerak perekonomian, peran industri perkapalan juga sangat penting dalam mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui penguatan sarana transportasi laut.

Melihat peran strategis dan prospek pertumbuhan industry ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan dukungan yang diantaranya yakni dengan menjaga iklim investasi tetap kondusif agar kesinambungan operasional dan produktivitas sector industry perkapalan dapat menjadi lebih optimal. Selain itu, juga diberikan pelatihan kepada sumber daya manusia yang bergerak di industry perkapalan nasional untuk lebih meningkatkan daya saing.

Bahkan, pemerintah juga memaksimalkan adanya industry perkapalan nasional untuk dapat mendukung kekuatan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI), terutama terkait pemenuhan beragam kebutuhan kapal patrol dan sejenisnya.

“Industri ini harus terus kita dukung untuk memperkuat perekonomian Indonesia melalui konektivitas antar wilayah dengan sarana transportasi laut,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi salah satu galangan kapal nasional yaitu PT Daya Radar Utama (DRU) Shipyard yang berlokasi di daerah Srengsem, Kota Bandar Lampung, Sabtu (12/2/2022).

Peran PT DRU Shipyard sendiri dalam industry perkapalan nasional telah dimulai sejak tahun 1972 serta telah memproduksi kurang lebih 400 kapal dari berbagai tipe dan ukuran. Lini bisnis yang digeluti PT DRU Shipyard yakni pembuatan kapal baru, pemeliharaan dan perbaikan kapal serta proyek-proyek konversi. 

Pada tahun 1993, perluasan PT DRU Shipyard yang pada saat itu  masih bernama PT Noahtu Shipyard diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI Hartarto.

Dalam peninjauan ke area galangan kapal tersebut, Menko Airlangga juga berkesempatan untuk melihat secara langsung KRI Teluk Palu milik TNI AngkatanLaut, salah satu produksi dari PT DRU Shipyard, dan berkeliling kebeberapa bagian dari kapal.

Dengan memiliki klasifikasi internasional dari beberapa negara lain seperti Jepang, Italia, Amerika Serikat, dan Prancis, PT DRU Shipyard selain dipercaya membuat kapal laut bagi TNI, juga dipercaya untuk membuat kapal bagi Pertamina dan beberapa institusi lainnya. Selain itu, PT DRU Shipyard juga telah bekerjasama dengan perusahaan alutsista ternama dunia yaitu Haveksan Turki dan Thales Belanda.

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, anggota DPR RI, perwakilan pimpinan TNI AngkatanLaut, beserta jajaran PT DRU Shipyard.

Komentar