nusabali

Sistem Tapping di Pasar Badung Belum Maksimal, BSS Upayakan Sosialisasi

  • www.nusabali.com-sistem-tapping-di-pasar-badung-belum-maksimal-bss-upayakan-sosialisasi

DENPASAR, NusaBali.com - Demi meningkatkan kualitas layanan perparkiran di Kota Denpasar, Perumda Pasar Sewakadarma telah menggandeng salah satu perusahaan penyedia jasa layanan perparkiran asal Makassar, bernama Bahana Security System (BSS).

Kerjasama itu dimaksudkan untuk menerapkan sebuah sistem perparkiran yang lebih modern dan akuntabel di pusat perbelanjaan melalui  sistem tapping (tap in tap out).

Kolaborasi antara Perumda Pasar Sewakadarma dan BSS ini sudah mulai terjalin pada tahun 2022 lalu. Dalam kerjasama itu, BSS memiliki tanggungjawab besar untuk mentransformasikan sistem perparkiran yang lebih modern. Dimana, para pengunjung yang akan menggunakan jasa tempat perparkiran tidak lagi menggunakan sistem pembayaran uang cash, tetapi sudah dengan cara transaksi non tunai atau cashless.

Untuk mewujudkan hal itu, BSS diminta mulai merealisasikan transformasi perparkiran ini di Pasar Badung sebagai lokasi percontohannya. 

Walaupun belum berjalan 100 persen, langkah BSS itu mulai terlihat dengan penyediaan beberapa mesin tapping di sejumlah pintu masuk pasar. Jadi, para pedagang ataupun pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas tempat parkir di Pasar Badung sudah bisa mencoba sistem pembayaran non tunai (cashless) yang disiapkan di situ.

Koordinator Cabang BSS, I Ketut Gede Wijana, saat dikonfirmasi dalam kesempatan terpisah, Senin (6/5/2024), mengatakan, saat ini BSS telah menyiapkan kartu pembayaran bagi para pengguna jasa perparkiran, baik itu kepada pedagang maupun pengunjung. 

Kartu tersebut berfungsi untuk menyelesaikan transaksi sistem tapping di pintu masuk, agar mereka tidak perlu lagi membayar uang cash saat masuk atau keluar pasar. Hanya dengan menempel kartu di mesin tapping saja, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan akses  jasa perparkiran.

Diakui bahwa proses perubahan sistem perparkiran ini belum berjalan maksimal hingga saat ini. Pihaknya masih berusaha untuk mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat luas, termasuk kepada para pedagang yang berjualan di Pasar Badung. Karena menurutnya, banyak masyarakat belum mengetahui informasi dan tidak sedikit juga yang merasa nyaman dengan sistem perparkiran model lama menggunakan karcis.

“Kendala lain yang juga kami hadapi adalah keterbatasan kartu yang disiapkan dari Bank sebagai mitra kerja. Dimana ada 4 bank yang jadi mitra untuk sediakan kartu itu,” kata Gede Wijana.

Maka dari itu, ia mengungkapkan akan gencar melakukan sosialisasi itu kepada masyarakat agar penggunaan ini dapat berjalan masif, dimana sasaran utama dari sosialisasi ini adalah kepada pedagang, barulah setelah itu kepada masyarakat luas.

Mereka juga akan terus berkoordinasi dengan keempat bank terkait agar bisa menyediakan kartu lebih banyak lagi dari jumlah yang tersedia saat ini. Sehingga, dengan adanya ketersediaan kartu yang mencukupi ini, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang ingin memperoleh kartu tersebut.

“Loket karcis juga akan kita kurangi secara bertahap. Dulu 5 pos sekarang kita kurangi dua pos. Jadi sementara, ada 3 loket untuk tapping dan 3 loket masih menggunakan karcis,” kata Gede Wijana.

Gede berharap perubahan sistem perparkiran menjadi pembayaran non-tunai ini semakin hari dapat diketahui oleh masyarakat luas. Pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa beralih menggunakan sistem terbaru ini dengan segala pertimbangan positif yang bisa didapatkan penggunaan dan pengelola perparkiran. 

“Kurang lebih baru 25 kartu yang sudah terjual kepada pengunjung maupun pedagang, karena kita baru buka pelayanan ini pada bulan April,” kata dia.

Gede Wijana, menyampaikan, bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kartu tersebut dapat memperolehnya di stand penjualan kartu yang ada di Pasar Badung. Untuk mendapatkan satu kartu, para pengguna hanya perlu membayar sebesar Rp. 20 Ribu saja. Dari situ, pengguna dapat secara bebas melakukan pengisian saldo atau top up berdasarkan nominal yang diinginkan.

Komentar