nusabali

Jalur Bedugul Rawan Pohon Tumbang

  • www.nusabali.com-jalur-bedugul-rawan-pohon-tumbang

Kondisi itu dikhawatirkan karena hujan mulai menguyur wilayah tersebut beberapa hari ini.

SINGARAJA, NusaBali
Ruas jalan Singaraja-Bedugul, tepatnya wilayah Desa Gitgit, Desa Wanagiri hingga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, rawan pohon tumbang. Karena pada beberapa titik, pohon berbagai jenis itu tumbuh membesar di tebing sisi jalan. 

Beberapa pohon terlihat miring ke ruas jalan. Kondisi itu dikhawatirkan karena hujan mulai menguyur wilayah tersebut beberapa hari ini. “Sebenarnya kami sudah pernah menyampaikan dalam pandangan fraksi dalam sidang paripurna di DPRD belum lama ini. Tapi sampai saat ini belum ada pemangkasan,” kata anggota DPRD Buleleng I Wayan Indrawan, Minggu (6/12).

Indrawan mengaku, dirinya khawatir ketika turun hujan melintasi jalur Singaraja-Bedugul. Selain khawatir pohon roboh, di sepanjang jalur tersebut juga cukup rawan longsor. “Saya kan hampir tiap hari liwat di jalur itu, kalau sudah turun hujan, mulai was-was, karena beban pohon pasti bertambah, belum lagi struktur tanah di atas (wilayah Gitgit, Wanagiri dan Pancasari, Red) itu labil,” ungkap politisi PDIP asal Desa Pancasari ini.

Menurutnya, antisipasi dini perlu dilakukan dengan pemangkasan dahan-dahan pohon yang menjulur ke ruas jalan. Karena di beberapa titik, dahan pohon banyak yang melintang hingga ke ruas jalan. “Perlu segera tindakan pemangkasan dahan, ini langkah yang tepat bagi saya, untuk mengurangi resiko pohon tumbang, apalagi ruas jalur itu cukup ramai, karena bus-bus pariwisata juga sudah banyak yang lewat dijalur itu,” ujar Indrawan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng Nyoman Genep menyatakan, pihaknya tidak bisa memangkas di jalur Singaraja-Bedugul tersebut karena masalah kewenangan. Jalur Singaraja-Bedugul tersebut merupakan jalan nasional sehingga kewenangan berada di Provinsi Bali. “Tapi kami tetap berkoordinasi dengan Provinsi, karena jalur itu merupakan jalan nasional,” katanya.

Menurutnya, untuk pemangkasan dahan pohon sudah sering dilakukan pada ruas jalan kabupaten, termasuk pada beberapa titik yang pohon perindangnya rawan. Di tempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Dinas PU Provinsi Bali terkait penyediaan alat berat di Desa Pancasari. Langkah itu guna antisipasi bencana longsor yang rentan terjadi pada musim penghujan tahun ini. “Hasil koordinasi itu, Dinas PU Provinsi akan menempatkan satu unit alat berat di Desa Pancasari, karena kita ketahui daerah atas itu cukup rawan tanah longsor,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Buleleng Ketut Yasa. 7 

Komentar