nusabali

Kegiatan di Lapangan Kapten Mudita Dialihkan ke Lapangan Susut

  • www.nusabali.com-kegiatan-di-lapangan-kapten-mudita-dialihkan-ke-lapangan-susut

BANGLI, NusaBali
Imbas pembangunan alun-alun kota Bangli, segala kegiatan di Lapangan Kapten Mudita buat sementara dialihkan ke Lapangan Susut di Banjar Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Kecamatan Susut.

Terdekat latihan Paskibraka dan upacara peringatan HUT ke-76 RI, 17 Agustus 2021. Hanya saja Pemkab Bangli masih menunggu instruksi untuk upacara di tengah pandemi Covid-19. Kabag Umum Setda Bangli, Made Mahendra Putra mengatakan, jika upacara peringatan HUT RI berjalan normal, maka upacara dilaksanakan di Lapangan Susut. Menurutnya, lapangan Susut sangat memadai untuk menjadi lokasi upacara. Termasuk tempat latihan bagi calon Paskibraka. Terpisah, Plt Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bangli, Dewa Agung Putu Purnama mengaku masih menunggu instruksi Pemprov Bali untuk pelaksanaan upacara peringatan HUT RI berlangsung normal dengan melibatkan formasi Paskibraka lengkap atau terbatas.

Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan alun-alun kota Bangli dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster pada Purnamaning Kasa, Wraspati Umanis Matal, Kamis (24/6) pagi. Inilah proyek monumental pertama di Kota Bangli dalam kurun 20 tahun terakhir. Dalam groundbreaking ‘Alun-alun Kota Bangli’ yang lokasinya memanfaatkan Lapangan Kapten Mudita, Kamis pagi pukul 09.35 Wita, Gubernur Bali didampingi Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika, dan Wakil Bupati I Wayan Diar. Jajaran Forkompida Kabupaten Bangli dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Bangli juga hadir.

Proyek ‘Alun-Alun Kota Bangli’ ini dibangun di atas lahan seluas 22.430 meter persegi di Lapangan Kapten Mudita, sebelah timur Kantor Bupati Bangli. Fasilitas yang akan dibangun meliputi sejumlah segmen, seperti jalan sebelah utara lapangan, tempat suci, lapangan voli, lapangan basket, lapangan tenis, food court, skate board, stage utara, pucuk bang, play ground, entry gate, terapi lansia, dan laktasi.

Proyek Alun-alun Kota Bangli ini menelan anggaran sekitar Rp 21,096 miliar dengan sumber dana dari APBD Bangli. Proyek ini dikerjakan PT Sanur Jaya Utama dengan jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari. Desain bangunan Alun-alun Kota Bangli diarsiteki oleh putra Bangli sendiri, yakni Ngakan Ketut Acwin Dwijendra. “Sejumlah pemuda Bangli yang merupakan lulusan Tektik Arsitektur juga ikut bergabung," tandas Bupati Sedana Arta. *esa

Komentar