nusabali

Selusin Jembatan di Tabanan Rusak

  • www.nusabali.com-selusin-jembatan-di-tabanan-rusak

Jembatan Desa Kelating-Desa Tibubiu Kecamatan Kerambitan dan jembatan Mengesta-Jatiluwih Kecamatan Penebel mendapat skala prioritas untuk diperbaiki.

TABANAN, NusaBali
Jumlah jembatan di Kabupaten Tabanan yang tersebar di 10 kecamatan sebanyak 59 unit. Dari 59 unit jembatan itu, 12 di antaranya mengalami kerusakan. Meski selusin jembatan terancam ambruk, Pemkab Tabanan baru menganggarkan perbaikan 3 unit jembatan pada tahun 2017. Total anggaran untuk perbaikan 3 jembatan di tahun 2017 sebesar Rp 6.611.000.000.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tabanan, I Gusti Ngurah Anom Anthara mengatakan, dari 12 unit jembatan yang rusak, sebanyak 3 unit sudah ada detail desain (DD)nya. Penyusunan DD jembatan diusulkan Rp 200 juta per jembatan. “Pembuatan DD jembatan sebanyak 5 buah total angggaran diusulkan Rp 1 miliar,” terang Anon Anthara, Senin (17/10). Sementara untuk pembangunan konstruksi jembatan Rp 6.611.000.000.

Adapun jembatan yang akan segera diperbaiki yakni di jalur Desa Mengesta-Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel. Berikutnya perbaikan jembatan di telabah Yeh Lating yang menghubungkan Desa Kelating dengan Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan. “Itu salah satu jembatan yang akan diperbaiki pada tahun 2017,” tandas Anom Anthara. Sebelumnya, anggota DPRD Tabanan asal Banjar Pasut, Desa Tibubiu, Kerambitan, Wayan Dharma Wiarsa mengatakan, jembatan kecil di atas sungai Yeh Lating amat membahayakan. Jembatan yang rusak hanya ditambal dengan sampah kayu balok agar bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Terlihat jembatan itu banyak bolong di bagian tengah. Jembatan sepanjang 3 meter buatan tahun 1990 itu menjadi jalur vital sebab menjadi jalan alternatif terdekat ke kota Tabanan dan Kuta Badung dari Desa Tibubiu maupun tiga desa di kecamatan Selemadeg Timur yakni Desa Beraban, Desa Tangguntiti, dan Desa Tegalmengkeb. Dharma Wiarsa yang duduk di Komisi II DPRD Tabanan ini mengaku telah berulang kali mengusulkan ke ekskutif agar jembatan Kelating-Tibubiu segera diperbaiki. Ia khawatir jika jembatan program ABRI Masuk Desa (AMD) itu akan makan korban bila tak segera diperbaiki.

Sementara itu, jembatan penghubung Pura Luhur Batukaru, Desa Wangaya Gede dengan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan juga jebol. Akibatnya, wisatawan yang hendak berkunjung dari Batukaru ke DTW Jatiluwih, begitu juga sebaliknya harus putar haluan sejauh 18 kilometer via Desa Penatahan, Penebel. Jembatan sepanjang 10 meter ini juga merupakan penghubung tiga desa di Kecamatan Penebel yakni Wangaya Gede, Jatiluwih, dan Mangesta.

Perbekel Desa Wangaya Gede, I Made Megayana mengatakan, jembatan jebol itu menjadi pembatas antara Banjar Bendul Desa Wangaya Gede dengan Banjar Kesambi, Desa Jatiluwih. Jembatan tersebut terbuat dari kayu dan berulang kali mengalami kerusakan. Pihak desa telah sering ajukan perbaikan ke Pemkab Tabanan termasuk ke anggota dewan. Namun perbaikan tak kunjung datang. Akibat jembatan jebol, wisatawan kerap batal berkunjung ke Jatiluwih. Pun sebaliknya dari DTW Jatiluwih tidak melanjutkan ke Pura Batukaru. Di tengah jembatan ada lubang menganga selebar 50 sentimeter yang ditutupi dengan drum aspal. k21

Komentar