nusabali

Hujan Deras, Lima Pohon Tumbang

  • www.nusabali.com-hujan-deras-lima-pohon-tumbang

Kasus pohon tumbang marak terjadi di Kabupaten Klungkung, menyusul hujan deras pada Minggu (17/7) malam.

SEMARAPURA, NusaBali
Setidaknya tercatat 5 (lima) titik pohon tumbang, Senin (18/7). Selain menutup jalan, pohon tumbang juga menimpa sebuah warung di Desa Selat, Klungkung. Informasi di Klungkung, hingga Senin (18/7) siang tercatat 5 pohon tumbang. Diantaranya, di wilayah Kota Klungkung, pohon jenis singapur tumbang di Jalan Antosari, Kelurahan Semapura Tengah hingga menutup badan jalan. Di Jalan Subali VI, Semarapura Klod Kangin, pohon teep tumbang sampai menutup semua badan jalan. Di Jalan Matahari, Kelurahan Semarapur Klod, pohon tanjung roboh juga menutup badan jalan.

Sementara itu, di Desa Selat pohon santan juga roboh hingga menimpa sebuah warung milik Gusti Biang Jelantik,70, hingga merusak pada bagian atap dan plapon. Petugas cukup kesulitan mengevakuasi pohon tumbang karena tiang listrik dekat pohon juga tumbang. Pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Klungkung mengkoordinasikan hal itu kepada petugas PLN. Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Dawan. Sebuah pohon saba tumbang dan menutup badan jalan di Desa Dawan Kelod.

Kepala Bidang 2 Kedaruratan dan Logistik BPBD Klungkung I Made Muliarsa mengatakan, hingga Senin siang terjadi 5 kasus pohon tumbang, yakni 4 kasus di wilayah Kecamatan Klungkung dan 1 di Kecamatan Dawan. Pohon tumbang tersebut disebabkan karena curah hujan yang cukup deras pada Minggu malam. “Dari pagi kita sudah keliling untuk mengevakuasi pohon tumbang,” ujarnya, saat ditemui di sela-sela mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Subali VI.

Kata Muliarsa, supaya cepat merespon ketika ada bencana pihaknya sudah mengatur jadwal piket sepanjang hari di Kantor BPBD. Setidaknya sekali jaga 5 tim reaksi cepat (TRC). Hanya saja pihaknya masih mengalami kendala mengenai sarana dan prasarana saat bertugas. Sebut saja untuk alat sensor BPBD baru memiliki 3 buah, idealnya 10 buah. Kendati demikian sejauh ini masih bisa disiasati dengan alat tersebut. “Kita tetap siaga, apalagi belakangan cuaca kurang bersahabat,” katanya.

Disamping itu, Senin pagi juga terjadi musibah tanah longsor di Banjar Bucu, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Longsor itu menimpa rumah I Wayan Sukarta, 39. Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Namun puing longsor yang disertai material batako merusak kamar yang berisi alat-alat upakara. Tembok ruangan tersebut tidak sampai roboh, namun posisinya cukup miring. “Saya harus membongkar ulang bangunan ini, kerugian sekitar Rp 20 juta,” ujar pria yang kesehariannya petugas Satpol PP Klungkung.

Di Banjar Jeroan, Desa Selat, Klungkung, rumah milik Gusti Lanang Adnyana, juga terjadi kasus tabung gas meledak, Senin sekitar pukul 11.40 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut, namun api sempat menyambar dapur. Dua mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Klungkung dan sebuah mobil rescue dikerahkan ke lokasi. Namun, ketika petugas tiba api sudah padam beberapa menit sebelumnya. 7 w

Komentar