nusabali

DPD I Golkar Bali Didorong Cepat Reshuffle Kepengurusan

  • www.nusabali.com-dpd-i-golkar-bali-didorong-cepat-reshuffle-kepengurusan

Kepengurusan DPD I Golkar Bali 2016-2021 yang baru ditetapkan, 4 Januari 2016 la¬lu, dipastikan akan mengalami reshuffle, karena kalangan kader menuntut adanya perombakan. Masalahnya, banyak po¬sisi jabatan yang kosong.

Karena Kursi Kosong dan Rangkap Jabatan

DENPASAR, NusaBali
Selain itu, beberapa pengurus DPD I Golkar Bali hasil Musyawarah Daerah (Musda), 10 Desember 2015, justru rangkap jabatan. Isyarat adanya reshuffle kepengurusan DPD I Golkar Bali ini disampaikan Korwil Bali DPP Golkar, AA Bagus Adhi Mahendra Putra alias Gus Adhi, saat dihubungi NusaBali di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/6). “Mau tak mau harus ada reshuffle kepengurusan DPD I Golkar Bali. Sebab, ada pengurus yang ditarik ke DPP Golkar, ada pula yang mau maju berebut kursi Ketua DPD II Golkar Kabupaten,” jelas Gus Adhi yang juga Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar 2016-2019.

Fungsionaris DPD I Golkar Bali yang ditarik ke DPP Golkar adalah Putu Yuda Su-parsana. Politisi asal Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem ini didudukkan ke Departeman Pemenangan Wilayah DPP Golkar. Sebelum promosi ke pusat, Yuda Suparsana masih menjabat Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Bali 2016-2021. Fungsionaris DPD I Golkar Bali lainnya, Made Dauh Wijana, masih merangkap jadi Ketua DPD II Golkar Gianyar. Politisi asal Tegallalang, Gianyar ini akan kembali maju ke Musda untuk berebut kursi Ketua DPD II Golkar Gianyar 2016-2021. Padahal, Dauh Wijaya kini menjabat Wakil Ketua OKK DPD I Golkar Bali 2016-2021.

Menurut Gus Adhi, tidak boleh ada rangkap jabatan di partai. Larangan rangkap jabatan itu sudah diatur organisasi. Partai Golkar juga menempatkan kader sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kader harus memilih salah satu posisi.  “Kalau mau di kabupaten, harus fokus di kabupaten. Kalau mau di provinsi, ya fokus di provinsi. Ini kita mau memberikan kesempatan kepada kader baru dan memberi jalan regenerasi,” ujar politisi asal Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung yang juga anggota Fraksi Golkar DPR RI 2014-2019 Dapil Bali ini.

Gus Adhi mengisyaratkan, reshuffle kepengurusan DPD I Golkar Bali rencananya akan dilaksanakan setelah usainya serangkaian Musda Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, 30 Juni 2016 mendatang. “Jelaslah dalam reshuffle nanti kita mau rekrut yang baru dan muda-muda. Golkar adalah partai kader,” tegas mantan Sekretaris DPD II Golkar Badung ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPD I Golkar Bali, AA Ngurah Rai Wiranata, menyindir kader-kader Beringin yang rangkap jabatan. “Dalam politik harus memilih. Janganlah partai dipakai permainan,” ujar Rai Wiranata saat dikonfirmasi terpisah.

Menurut Rai Wiranata, yang rangkap jabatan mengarah ke sikap serakah dan haus kekuasaan, karena mereka mengangkangi dua jabatan. ”Sudah duduk di provinsi, masih mau berebut posisi di kabupaten. Maunya semua ditangkap, kayak pepatah Bali nakep balang dadua (menangkap belalang dua), serakah namanya,” ujar tokoh Golkar dari Puri Kesiman, Denpasar ini.

Rai Wiranata mengingatkan, kader Golkar seharusnya mengikuti aturan dan etika berorganisasi yang lebih elegan. Golkar harus mencontoh adanya aturan seorang anggota DPR maupun DPRD yang harus memilih ketika mau maju sebagai calon kepala daerah. “Saya kasih contoh itu. Aturan itu hendaknya dipakai acuan. Jangan semua mau dikangkangi,” sindir mantan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali 2004-2009 ini.

Karena itu, Rai Wiranata berharap setelah usainya Musda Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, 30 Juni 2016 nanti, dilakukan reshuffle kepengurusan DPD I Golkar Bali.  “Apalah namanya, entah reshuffle, revitalisasi, atau pengisian kekosongan. Harus elegan satu orang satu jabatan. Kalau semua mau dirangkap, kapan partai mau besar?” tanyanya. 7 nat

Komentar