nusabali

Pabrik Tahu di Pasar Kodok Meledak, 3 Luka

  • www.nusabali.com-pabrik-tahu-di-pasar-kodok-meledak-3-luka

Sebuah pabrik tahu rumahan yang berada sekitar 20 meter arah timur Pasar Kodok di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan meledak, Kamis (29/10) pagi.

TABANAN, NusaBali
Dalam musibah ledakan yang diakibatkan mampetnya kabel penyulingan tahu tersebut, 3 korban terluka, termasuk orangtua pemilik pabrik.

Pabrik tahu rumahan yang di dekat Pasar Kodok yang mendadak meledak, Kamis pagi sekitar pukul 09.30 Wita ini, adalah milik keluarga Muhamad Said, 31, pengusaha asal Madura, Jawa Timur yang sudah lama tinggal menetap di Tabanan. Pabrik tahu yang meledak ini baru beroperasi selama 10 bulan.

Ada dua karyawan yang dipekerjakan di pabrik tahu rumahan ini, masing-masing Ahmad Badrus, 26, dan Yulianto, 23. Keduanya terluka dalam musibah kemarin pagi. Sedangkan satu korban luka lainnya adalah Matali, 67, ayah dari pemilik pabrik tahu, Muhammad Said.

Luka paling parah dialami Ahmad Badrus. Karyawan asal Madura yang sudah bekerja sejak awal diperasikannya pabrik tahu rumahan ini dalam kondisi kritis, karena mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya akibat tersiram air panas. Sedangkan korban Yulianto dan Matali mengalami luka di bagian kepala akibat terkena serpihan genting.

Pemilik pabrik tahu rumahan, Muhamad Said, mengatakan musibah ledakan tempat usahanya berawal dari adanya kerusakan pipa penyulingan yang menghubungkan air panas dalam drum paling bawah dengan drum penampung sari tahu di atasnya. Pipa tersumbat, hingga membuat air panas yang suhunya mencapai 100 derajat celsius tidak bisa meluap. Ini menyebabkan drum mengembang, kemudian meledak. 

Saat musibah terjadi, kata dia, korban Ahmad Badrus sedang berada di dalam ruangan pabrik berukuran 3 meter x 3 meter. Korban Ahmad Badrus semula tidak melihat terjadi gangguan di pipa penyulingan. Saat menyadari adanya gangguan, korban sudah tak bisa berbuat apa, hingga berusaha lari ke luar ruangan. Namun sayang, korban Ahmad Barus belum sempat sampai di luar ruangan, drum sudah keburu meledak. Air panas yang ada di dalam drum pun langsung menyiram seluruh tubuh korban Ahmad Badrus. 

Selanjutnya...

Komentar