nusabali

Habis Ambil Foto, Pemilik Pisang Tak Bisa Tidur Tiga Hari

  • www.nusabali.com-habis-ambil-foto-pemilik-pisang-tak-bisa-tidur-tiga-hari

Batang Pisang Saba di tegalan milik Wayan Subrata sebetulnya sudah membusuk sejak awal Januari 2016 lalu, namun tiba-tiba mengeluarkan tandan buah berisi belasan ijas.

Pisang Aneh Muncul di Tegal Milik Kelian Banjar Kandin, Desa Lembongan

SEMARAPURA, NusaBali
Pisang aneh muncul di tegalan milik I Wayan Subrata, 42, di kawasan Banjar Kangin, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Masalahnya, salah satu batang Pisang Saba yang sudah membusuk sejak awal Januari 2016 lalu, tiba-tiba mengeluarkan tandan buah berisi belasan ijas. Anehnya, sang pemilik, Wayan Subrata, yang nitabene Kelian Dinas Banjar Kangin, tidak bisa tidur setelah sempat membersihkan pisang tersebut.

Wayan Subrata mengisahkan, Biu (Pisang) Saba aneh ini ditanam di tegalan miliknya, sekitar 6 bulan lalu. Biu Saba aneh ini merupakan salah satu rumpun di kebun pisang seluas 52 are yang berada di sebelah selatan pekarangan rumah Wayan Subrata di Banjar Kangin, Desa Lembongan.

Nah, awal januari 2016 lalu, rumpun Biu Saba di tegalan Wayan Subrata tiba-tiba membusuk, seperti terserang virus. Batang Biu Saba setinggi 2,5 meter yang busuk itu tumbang sendiri, kemudian dipotong oleh Guru Subratam ayah dari Wayan Subrata. Bagian bawah batang pisang yang membusuk itu masih ttersisa dan dibiarkan berdiri setinggi 1 meter.

Keanehan terjadi sejak beberapa hari lalu, karena dari ujung batang pisang yang busuk itu muncul tandan buah. “Saya sempat kaget, karena muncul tandan buah utuh,” ungkap Wayan Subrata, Kelian Banjar yang juga pamangku Pura Dadia Arya Pering, Banjar Kangin, Desa Pakraman Lembongan, Nusa Penida kepada NusaBali, Selasa (22/3).

Menurut Subrata, tandan buah Biu Saba yang muncul dari batang busuk ini berisi belasan ijas. Buahnya tampak semakin jelas dan besar, sejak Sabtu (19/3) lalu. Saat ditengok hari itu, Biu Saba aneh ini sempat dibersihkan Subrata. Bukan hanya itu, Subrata juga mengabadikan foto Biu Saba aneh tersebut.

Peristiwa aneh terjadi sejak Subrata membersihkan dan mengambil foto Biu Saba aneh melalui kamera ponselnya. Sebab, sejak itu dirinya gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak. Ini masih berlangsung hingga Selasa kemarin. Menurut Subrata, dia selalu tak bisa memejamkan mata hingga dirnihari sekitar pukul 03.00 Wita. “Ini aneh, padahal saya tidak terlalu kepikiran terhadap Biu Saba aneh tersebut,” ujar Subrata.

Gara-gara Biu Saba aneh di tegalannya ini, Subrata berencana menempuh upaya niskala agar bisa tenang. Salah satunya, menghaturkan banten pakeling di areal kebun pisang tersebut pada Purnamaning Kadasa, Rabu (23/3) ini. “Namanya juga krama Bali, saya akan menghaturkan banten pakeling di Biu Saba aneh tersebut,” beber Subrata.

Meski demikian, Subrata mengaku tidak akan memberikan pemagaran khusus di areal pohon pisang aneh tersebut. Hingga saat ini, dia juga belum punya rencana nunas baos (menanyakan secara niskala) kepada orang pintar atas munculnya Biu Saba aneh tersebut. “Belum ada mengarah ke sana,” katanya. 

Menurut Subrata, sejauh ini belum ada warga dari luar yang datang mengunjungi Biu Saba aneh di tegalannya tersebut. Sebab, Subrata sengaja tidak menyebarluaskan informasi ini. Namun, setelah diekpose lewat media sosial facebook, Selasa kemarin, banyak teman Subrata yang penasaran ingin melihat langsung keanehan itu. “Mungkin besok (hari ini) orang mulai ramai datang,” katanya. 7 w

Komentar