nusabali

Gerindra Berharap Pilkada Linier Pilpres

  • www.nusabali.com-gerindra-berharap-pilkada-linier-pilpres

DENPASAR, NusaBali - Dinamika politik jelang Pilkada Bali 2024 semakin menarik pasca pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait hasil Pemilu 2024 yang menempatkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai peraih suara terbanyak pada Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya pun berharap kontestasi selanjutnya, Pilkada 2024 berjalan linier dengan kepemimpinan nasional.

“Harapannya bisa linier dengan visi dan arahan nasional yang diwakili oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar politisi yang akrab disapa De Gadjah ini, Minggu (24/3). De Gadjah menekankan bahwa keputusan kandidat yang diusung harus konsisten dengan visi besar yang diusung oleh Partai Gerindra. "Saya sebagai Ketua Partai dan salah satu orang yang berjuang dari 1,4 juta orang untuk Pak Prabowo-Mas Gibran otomatis tentu ingin yang linier dengan pusat," ungkapnya menyitir hasil Pilpres di Bali.

Ketika ditanya kesiapannya untuk maju sebagai kandidat menyusul berbagai polling yang beredar? De Gadjah memilih mengelak. “Halaaah,” jawabnya. De Gadjah menegaskan bukan berarti belum siap. “Belum saatnya. Kita belum tahu arahnya,” elaknya. “Saya tidak ambisi. Yang penting apa yang menjadi program pusat untuk Bali, kabupaten/kota dilaksanakan,” katanya. Dalam suasana politik yang terus berkembang, De Gadjah menegaskan bahwa kekuatan sejati berasal dari suara rakyat. 

Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan siapa pun demi kemajuan daerahnya. "Kita tidak bisa memastikan apa-apa pada saat ini. Kita harus membangun sinergi dengan siapa saja demi kemajuan Bali, Indonesia, dan Denpasar. Kita harus bersatu, tidak bisa saling bermusuhan," tegas politisi berbadan kekar ini.

“Kami harus bersinergi (dengan parpol lain). Meskipun Pak Prabowo-Mas Gibran menang, kami harus bersinergi,” kata De Gadjah menegaskan. Ia pun mencontohkan bagaimana untuk membangun Bali, mewujudkan bandara di Bali Utara, hingga jalan tol, akan diperlukan sinergi. “Walaupun perlu proses, tetap harus dikerjakan. Kan harus sinergi. Tidak bisa saling menjelekkan, capek kita kalau terus berantem,” ungkapnya.

Lebih lanjut, De Gadjah juga menyoroti suasana damai dan santai yang harus dijaga dalam proses politik, khususnya menjelang pemilihan. "Kita harus menciptakan suasana yang adem, agar masyarakat dapat berpikir jernih. Kami tidak ingin menciptakan permasalahan, kami ingin menciptakan kedamaian dan keharmonisan," imbau De Gadjah.

Sebelumnya mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebut De Gadjah adalah satu di antara empat sosok penentu kontestasi Pilkada Bali mendatang. Nama De Gadjah disebut Pastika bersama Wayan Koster (Ketua DPD PDIP Bali), I Nyoman Sugawa Korry (Ketua DPD I Golkar Bali), dan I Made Mudarta (Ketua DPD Demokrat).

"Kami menghargai dan menghormati Pak Mangku Pastika yang berpengalaman sebagai seorang jenderal dan politisi yang malang melintang, serta pernah menjabat sebagai Gubernur Bali. Namun, tetap saja penentu utama dalam Pilkada adalah rakyat," tuntas De Gadjah. 7 mao

Komentar