nusabali

Dinas LHK Kerahkan 1.000 Petugas

Bekerja Hingga Pukul 05.00 Wita Bersihkan Sampah Usai Pangerupukan

  • www.nusabali.com-dinas-lhk-kerahkan-1000-petugas
  • www.nusabali.com-dinas-lhk-kerahkan-1000-petugas

Petugas mengangkut 900-1.000 ton sampah. Sedangkan pada hari biasa, jumlah pengangkutan berkisar antara 800-850 ton sampah per hari.

DENPASAR, NusaBali
Sebanyak 1.000 orang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Denpasar harus berjibaku melakukan pembersihan sampah usai pelaksanaan Pangerupukan, Senin (11/3) dini hari. Petugas melakukan pembersihan sampah sisa pawai ogoh-ogoh hingga pukul 05.00 Wita.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas LHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, Selasa (12/3). Dia mengatakan, seluruh pasukan sebanyak 1.000 orang dikerahkan agar bisa menyelesaikan pembersihan sebelum Nyepi dimulai. Pembersihan difokuskan pada titik yang dipakai pawai ogoh-ogoh pada 10 Maret dan 11 Maret 2024 dini hari.

Beberapa titik tersebut khususnya di kawasan Catur Muka Denpasar hingga di kawasan simpang enam Denpasar.

“Saat Pangerupukan tim Dinas LHK bekerja sampai pukul 05.00 pagi. Dan pagi tadi (selasa kemarin) dilanjutkan kembali,” kata Gustra, panggilan akrab Ida Bagus Putra Wibawa.

Kata dia, selain 1.000 petugas kebersihan pihaknya juga menerjunkan 40 armada untuk melakukan pengangkutan sampah. “Kami turunkan 1.000 petugas yang tersebar di ruas-ruas jalan kota dan titik lokasi parade. Dan itu pun belum tuntas saat itu sehingga dilanjutkan pagi tadi (kemarin),” imbuhnya.

Adapun sampah ini didominasi sampah bekas makanan yang dibawa oleh pengunjung termasuk plastik dan botol bekas makanan dan minuman kemasan. Ada juga bangkai ogoh-ogoh yang ditaruh di pinggir jalan dan ditinggalkan oleh pengaraknya.

Setidaknya, petugas membersihkan dan mengangkut 900-1.000 ton sampah. Sedangkan pada hari biasa, jumlah pengangkutan berkisar antara 800-850 ton per hari. “Peningkatan volume sampah ini sekitar 20 persen dari hari biasa. Hal ini karena sampah Kuningan juga belum tuntas tertangani saat itu,” ujar Gustra.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah. Selain itu, pemilahan sampah dari rumah tangga juga sangat penting sehingga mampu meminimalisir sampah menuju TPA. Selain juga untuk membatasi dan mengurangi penggunaan plastik.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi, membatasi  penggunaan bahan plastik sekali pakai, serta selalu membawa tas ramah lingkungan yang bisa dipergunakan berkali-kali,” tandas Gustra. 7 mis

Komentar