nusabali

Aplikasi Pengaduan Kekerasan Perempuan

Siswa SMAN 1 Denpasar Kembangkan ‘Soul Sync’

  • www.nusabali.com-aplikasi-pengaduan-kekerasan-perempuan

‘Soul Sync’ diperuntukkan bagi perempuan usia 13 tahun ke atas agar dapat mengakses ilmu kesehatan, hukum, dan kecantikan secara gratis dan bantuan hukum serta psikologis secara gratis pula.

DENPASAR, NusaBali 
Empat pelajar SMA Negeri 1 Denpasar bersama seorang siswa SMP Negeri 3 Denpasar, mengembangkan sebuah aplikasi yang memungkinkan anak dan perempuan korban kekerasan mendapat akses pengaduan secara mudah. 

Teknologi berbasis website yang mereka kembangkan tersebut diberi nama ‘Soul Sync’, dan telah mendapat penghargaan pada ajang Asian Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2024 yang berlangsung pada 2-5 Februari 2024 di Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. 

Dalam event yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Undip, tersebut tim peneliti dari Bali mendapat medali emas (gold) pada kategori Social Science. 

Adapun empat siswa SMAN 1 Denpasar terdiri dari Putu Mayvil Widya Handayani (Kelas XII IPS 1), I Gusti Ngurah Putu Krisna Sanjaya (XII IPS 2), Made Ruben Putra Wiesaka (XII IPS 1), dan Ni Putu Kaea Aurelia Nusa Dwipayana (XII MIPA 2). Sementara itu seorang siswa SMPN 3 Denpasar yakni Komang Riska Putri (Kelas 9C).

“Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi perempuan dari usia 13 tahun ke atas agar dapat mengakses ilmu kesehatan, hukum, dan kecantikan secara gratis dan juga bantuan hukum serta psikologis secara gratis juga. Pendanaannya melalui subsidi silang dan kerja sama dengan pemerintah setempat,” ujar Mayvil, Minggu (18/2). 

Mayvil mengungkapkan, dalam event nasional di Semarang tim peneliti muda Bali mengangkat judul penelitian ‘SoulSync: Nurturing Growth through Consultation and Self-Discovery’. Dalam penelitian kekerasan seksual dalam masyarakat yang mereka lakukan tersebut terungkap berbagai permasalahan yang dialami wanita dalam sehari-hari. 

Mayvil mengaku masih kerap menjadi korban kekerasan verbal dari lingkungan sekitarnya. Dari kuisioner yang disebar di sekolahnya juga terungkap bahwa teman-teman terutama perempuan pun mengalami hal yang sama. Kenyataan tersebut, menguatkan studi pustaka yang telah dilakukan tim peneliti sebelumnya. 

“Sebagai solusi dari permasalahan ini diciptakanlah sebuah aplikasi konsultasi untuk membantu menangani permasalahan yang mereka hadapi melalui konsultasi langsung dengan para ahli, kelas online, dan discussion forum yang semua bisa diakses melalui aplikasi ini,” ungkap siswa yang mengaku ingin menjadi entrepreneur ini. 

Berbekal pengetahuan di bidang IT, Mayvil dan teman-temannya berhasil mengembangkan sebuah website dengan berbagai fitur yang dapat digunakan oleh para korban kekerasan. Aplikasi Soul Sync ini sejauh ini telah disosialisasikan di kalangan murid SMAN 1 Denpasar. 

Mayvil bersama teman-temannya berencana untuk mengembangkan Soul Sync nenjadi sebuah aplikasi sehingga bisa diunduh oleh kalangan luas, khususnya perempuan. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Denpasar Made Rida SPd MPd, merasa bangga atas prestasi yang diraih para siswanya. Menurutnya apa yang dilakukan oleh anak didiknya menunjukkan kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. 

“Aplikasi ini sangat membantu anak-anak korban bullying yang lagi marak belakangan ini, apalagi korban biasanya malas melapor atau nggak tahu bagaimana dan ke mana harus melapor,” ujar Rida. 7 a 

Komentar