nusabali

Desa Sidan Bantu Warga Miskin Kerja di Luar Negeri

  • www.nusabali.com-desa-sidan-bantu-warga-miskin-kerja-di-luar-negeri

Pelatihan gratis selama 3 bulan dengan pembiayaan APBDes

GIANYAR, NusaBali
Pemerintah Desa Sidan, Kecamatan Gianyar membantu 15 warga miskin bekerja ke luar negeri. Desa Sidan menggandeng Yayasan Pendidikan Arsha Dwipa Tiyasa 'I career', lembaga pelatihan hotel dan kapal pesiar. Warga yang beruntung mendapatkan fasilitas pelatihan gratis dan dilatih selama 3 bulan serta dibantu sampai diterima bekerja di dalam dan luar negeri. 

Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyasa, mengatakan sekolah desa ini memanfaatkan segala potensi di Objek Wisata Kissidan Eco Hill. “Kami ada kelas, restoran, kitchen, dan housekeeping,” ungkap Sukra Suyasa saat membuka kelas, Rabu (31/1). Sekolah desa ini dicetuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sidan yang kurang mampu dari sisi ekonomi. “Kami punya program mengentaskan kemiskinan. Kami berikan pelatihan gratis bagi warga kurang mampu. Kami bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan untuk berikan pelatihan,” jelas Sukra Suyasa. 

Sekolah desa di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidan. Pelatihan yang dibuka di antaranya food and beverage service, FnB Product, housekeeping, dan valley steward. “Ini kesempatan bagi masyarakat kami untuk berkarir di dalam maupun luar negeri. Dengan pelatihan singkat, astungkara karir mereka melesat,” harap Sukra Suyasa. Pemerintah Desa Sidan ingin mengubah nasib masyarakat kurang mampu menjadi sejahtera. “Kami ajak belajar, buatkan sekolah untuk dilatih dan dijembatani bisa bekerja ke luar negeri,” jelasnya. 

Pelatihan gratis berlangsung selama 3 bulan. Pemerintah desa membiayai melalui APBDes. Jika lulus, siswa bisa mendapat dana talangan dari BUMDes untuk keperluan ke luar negeri. Tahun ini merekrut 15 siswa kurang mampu. “Kami juga membuka kelas bagi siswa di luar desa. Kami undang desa sekitaran Gianyar,” ungkapnya. Pemerintah Desa Sidan menerima lulusan SMA/SMK, terutama yang belum punya pekerjaan dengan batasan usia maksimal 34 tahun. Warga luar Desa Sidan yang ingin belajar dikenakan biaya Rp 7 juta per orang. “Tenaga pengajar profesional. Ini adalah cabang dari Denpasar,” ungkap Sukra Suyasa. 

Camat Gianyar Komang Alit Adnyana mengagumi perkembangan Desa Sidan semenjak dibukanya Kissidan Eco Hill. “Perbekelnya keren, punya gagasan ide langsung aksi. Nekat merabas lahan yang dulu semak belukar jadi seperti sekarang. Sidan sudah jadi daya tarik wisata baru di Gianyar timur,” ungkapnya. Harapannya, inovasi Desa Sidan bisa menjadi motivasi bagi desa lain di Kecamatan Gianyar untuk mengangkat potensi wisata. “Salah satu prestasi terbaru Desa Sidan menjalin kerja sama dengan Universitas di Malaysia terkait pertanian organik. Ini luar biasa. Harapan kami jadi momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sidan, mengangkat mutiara terpendam di Gianyar Timur,” harap Alit Adnyana. 7 nvi

Komentar