nusabali

SMPN 2 Singaraja Satukan Data Sekolah Lewat Sipenda

  • www.nusabali.com-smpn-2-singaraja-satukan-data-sekolah-lewat-sipenda

SINGARAJA, NusaBali - Aplikasi Sistem Informasi dan Publikasi SMPN 2 Singaraja (Sipenda) diluncurkan bersamaan dengan peresmian laboratorium komputer, Rabu (27/12) kemarin.

Aplikasi ini merupakan inovasi menyatukan seluruh data sekolah dalam satu wadah digital. Terobosan ini pun diharapkan dapat mempermudah kerja Kepala Sekolah, guru dan pegawai SMPN 2 Singaraja.

Plt Kepala SMPN 2 Singaraja, Drs Gede Ariyasa, MPd mengatakan, aplikasi ini tercetus atas pengalamannya selama ini. Kepala Sekolah dan guru yang harus menguasai data pokok sekolah perlu membawa sejumlah dokumen.

“Kalau dulu untuk menghadiri rapat membawa banyak dokumen sekarang sudah tidak zaman. Kini cukup membawa gadget saja sudah bisa mengakses semua data dalam satu aplikasi ini. Tujuannya bisa lebih memudahkan kerja, irit anggaran juga karena tidak perlu print out. Anggaran untuk itu bisa dimanfaatkan untuk yang lain,” kata Ariyasa.

Dalam Sipenda, ada tiga menu utama yang disiapkan. Namun dari semua menu sudah dapat mengakses hampir seluruh data sekolah. Mulai dari profil sekolah, data guru, data prestasi, data jumlah siswa, data ekstrakurikuler termasuk e-perpustakaan. Seluruh aplikasi dan update data terkini dikelola oleh petugas Sistem Informasi dan Manajemen (SIM).

Menurut Ariyasa, SMPN 2 Singaraja juga secara bertahap akan memenuhi sistem digital. Salah satunya pemenuhan sarana penunjang berupa laboratorium komputer yang kini sudah disiapkan lebih representatif. Komputer yang disiapkan kini sudah tersedia 32 unit standar satu kelas dan juga chromebook sebanyak 500 unit. Seluruh sarana ini sudah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran termasuk ujian sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika, usai peluncuran dan peresmian Sipenda mendorong SMPN 2 Singaraja menjadi sekolah digital. Menurutnya, dalam transformasi digital pendidikan saat ini sangat penting untuk menunjang akses pendidikan yang lebih luas dan bervariasi.

“Jika dahulu pendidikan hanya terbatas pada ruang kelas fisik dan buku-buku cetak, saat ini pendidikan justru dapat diakses melalui perangkat digital seperti komputer, tabloid, bahkan smartphone. Kemudahan dalam mengakses berbagai ilmu secara digital ini membuat banyak orang, khususnya generasi muda untuk dapat belajar di mana saja dan kapan saja tanpa terbatas oleh batasan geografi dan waktu,” kata Astika.7 k23

Komentar