nusabali

KPU-Bawaslu Badung Miliki Gedung Kembar

Diklaim Sebagai yang Pertama di Indonesia

  • www.nusabali.com-kpu-bawaslu-badung-miliki-gedung-kembar
  • www.nusabali.com-kpu-bawaslu-badung-miliki-gedung-kembar

DENPASAR, NusaBali - KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung kini resmi punya gedung kembar tiga lantai yang baru saja diresmikan secara sekala dan niskala bertepatan dengan Purnama Kapitu, Buda Paing Landep, Rabu (27/12).

Gedung kembar lembaga kepemiluan yang diklaim sebagai yang pertama di tanah air ini telah digodok sejak Juni 2023 lalu. Lokasi pembangunannya memanfaatkan lahan gedung lama KPU Badung di Jalan Kebo Iwa Utara Nomor 39, Banjar Umaklungkung, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar.

Meski berlokasi di Kota Denpasar, lahan yang dibangun Graha Pemilu ini merupakan aset milik Pemkab Badung yang sebelumnya berfungsi sebagai gedung arsip. KPU Badung diberi hak pinjam pakai sejak tahun 2015 silam. Pendanaan pembangunan gedung kembar KPU-Bawaslu ini sepenuhnya ditalangi dari APBD Perubahan Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2023 senilai Rp 16 miliar lebih. Ditambah kelengkapan lain senilai Rp 13 miliar lebih.

Peresmian secara niskala dilakukan oleh tiga Sulinggih, yakni Pandita Siwa, Pandita Buda, dan Rsi Bhujangga melalui upacara pamlaspasan dan pacaruan. Peresmian secara sekala dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung. "Mungkin gedung (KPU dan Bawaslu) yang representatif di Indonesia hanya di Badung ini," ujar Adi Arnawa ketika dijumpai usai pamlaspasan dan peresmian gedung Graha Pemilu.

Foto: Sekda Badung Wayan Adi Arnawa tandatangani prasasti sekaligus meresmikan Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata Kabupaten Badung. -IST

Kata Adi Arnawa, gedung kembar yang terkoneksi jembatan penghubung di lantai dua ini terlihat megah.

Namun, ia meminta kemegahan gedung ini menjadi representasi kualitas penyelenggaraan pemilu yang tinggi di Kabupaten Badung. Ketua KPU Badung, IGK Gede Yusa Arsana Putra menegaskan Graha Pemilu ini memang merupakan gedung kembar KPU-Bawaslu pertama di tanah air. Namun, kini hal serupa tengah dikejar oleh KPU-Bawaslu Provinsi Riau yang masih tahap pembangunan secara multi-years.

"Nama gedung dan areal Graha Pemilu ini sudah diberikan oleh Pemkab Badung, yaitu Graha Pemilu Alaya Giri Nata. Yang artinya gedung ini dibangun di masa kepemimpinan Bapak Bupati Giri Prasta," beber Yusa Arsana. Lanjut mantan Anggota KPU Badung periode 2018-2023 ini, nama Alaya Giri Nata juga membawa makna lain. Giri sendiri bermakna gunung yang mana sangat disucikan menurut kebudayaan Bali.

"Harapannya, setiap pemimpin (Nata) meneladani sifat dan nilai gunung, yaitu sumber kemakmuran, perlindungan, dan memberikan keberkahan kepada umat manusia sebagaimana di gunung tumbuh sumber penghidupan dan di mana mata air bermula," jelas Yusa Arsana. Sementara itu, KPU dan Bawaslu Badung bakal mulai pindah berkantor secara bertahap. Sebagian pekerjaan masih akan dilakukan di kantor lama di Puspem Badung untuk KPU dan di areal eks Rumah Jabatan Bupati Badung, Jalan Praja I, Desa Dalung, Kuta Utara untuk Bawaslu.

Ketua Bawaslu Badung, I Putu Hery Indrawan menyebut keberadaan gedung baru ini sebagai simbol sinergitas penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah. Selain itu, gedung baru ini juga dinilai bakal mengefisienkan anggaran utamanya di ranah acara pertemuan.

"Kira-kira akan mengefisienkan (anggaran pertemuan) sekitar 15 persen. Pertemuan half-day dan full-day itu bisa digeser ke sini, tidak lagi memakai hotel," jelas Hery ketika dijumpai usai pamlaspasan dan peresmian Graha Pemilu. Kata Hery, Bawaslu menargetkan pindah kantor secara efektif pada Januari 2024 mendatang. Alasannya, perlu persiapan di gedung baru dari segi kebersihan, penataan furniture, dan lainnya.

Turut hadir dalam acara pemlaspasan dan peresmian, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, anggota DPRD Badung Made Suwardana, Forkopimda Badung, dan Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung serta undangan lainnya. Untuk diketahui, pembangunan Graha Pemilu dilaksanakan oleh PT Melangit-Bahana KSO selaku kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas CV Adi Ratna. Sesuai dengan kontrak, pengerjaan proyek ini memakan waktu 150 hari mulai tanggal 16 Juni 2023 dengan anggaran Rp16.194.379.961. 7 ol1,

Komentar