nusabali

Delapan Temuan Mayat Tanpa Identitas Ikut Pengabenan Massal

  • www.nusabali.com-delapan-temuan-mayat-tanpa-identitas-ikut-pengabenan-massal

SINGARAJA, NusaBali - Sebanyak 8 atma papa (mayat tanpa identitas) yang ditemukan di wilayah Buleleng, diikutkan prosesi ngaben massal di Desa Adat Buleleng. Dinas Sosial Buleleng pun sudah mendaftarkan atma papa tersebut untuk diupacarai secara Agama Hindu.

Kepala Dinas Sosial Buleleng I Putu Kariaman Putra dihubungi Selasa (26/12) kemarin mengatakan, delapan mayat maupun tulang manusia tanpa identitas ini ditemukan di wilayah Buleleng selama dua tahun terakhir. Dinas Sosial menjadi instansi yang memiliki tugas untuk menangani mayat terlantar, setelah penyelidikan kasus ditutup kepolisian.

“Kami di Dinas Sosial tidak hanya bertugas menangani orang terlantar tetapi sampai dengan temuan mayat atau tulang belulang tanpa identitas. Kebetulan Desa Adat Buleleng tahun ini ada program ngaben masal kami ikutkan di sana,” kata Kariaman.

Pemerintah pun memilih upacara dengan cara Agama Hindu, sebab selama ini temuan mayat dan tulang belulang manusia itu dikuburkan di setra adat Buleleng. Biaya upacara pengabenan atma papa disebut Kariaman hanya bersifat sumbangan sukarela yang dikumpulkan dari pegawai Dinas Sosial. Sebab anggaran khusus dari APBD belum disediakan.

Sementara itu rangkaian upacara ngaben massal Desa Adat Buleleng yang menaungi 14 banjar adat sudah dimulai dan diawali dengan negem dewasa (penetapan hari baik). Puncak ngaben massal rencananya akan dilaksanakan pada Redite Umanis Langkir, Minggu (31/12) mendatang.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, mengatakan upacara ngaben massal ini rutin digelar desa adat setiap 5 tahun sekali. Ada sebanyak 118 peserta ngaben yang sudah terdaftar. Selain itu juga ada 120 orang peserta ngerapuh (upacara ngaben untuk bayi yang meninggal dalam kandungan) dan 45 peserta nyekah.

“Program ngaben massal ini memang rutin kami laksanakan untuk membantu meringankan beban krama yang masih memiliki keluarga meninggal belum diabenkan. Seluruh rangkaian upacara ngaben ini kami fokuskan di setra desa adat Buleleng,” terang Sutrisna.7 k23

Komentar