nusabali

PUPR Investigasi Lubang Besar di Kedisan, Tegallalang

76 Rumah Kesulitan Air Bersih

  • www.nusabali.com-pupr-investigasi-lubang-besar-di-kedisan-tegallalang

GIANYAR, NusaBali - Jebolnya jalan penghubung antara Banjar Cebok dan Banjar Kedisan Kelod, Desa Kedisan Kecamatan Tegallalang berupa lubang besar (sinkhole), selain berakibat putuskan akses jalan, juga menyebabkan 75 rumah mengalami kesulitan air bersih.

Hal ini menyusul putusnya pipa instalasi saluran air PAM Tirta Sanjiwani. Dinas PUPR Gianyar saat ini sedang melakukan investigasi terkait adanya lubang besar yang memutus jalan penghubung dua banjar sekaligus jalur wisata alternatif dari Tampaksiring menuju Ubud itu. Hasil sementara terungkap kontur wilayah di kawasan itu memang bergelombang, sehingga kondisi tanahnya labil.

Sementara sebagai upaya pemulihan pelayanan, petugas PDAM Kabupaten Gianyar mulai melakukan pemasangan pipa dengan membuat instalasi baru melewati pematang sawah warga di sekitar lokasi. "Pipa melewati pundukan (pematang) karena kemarin sudah mendekati pemilik lahan, tak diizinkan menaruh melintasi sawah. Karena nanti kalau membajak sawah agar tak terkena traktor sehingga pipa melewati pundukan (pematang)," kata Staf Perencanaan PDAM Kabupaten Gianyar, I Wayan Agus Suardiana ditemui di lokasi, Kamis (14/9). Menurutnya, pengerjaan menyambungkan pipa ini dilakukan sepanjang 250 meter menggunakan pipa 3 Dim.

"Pengerjaan mulai hari ini (kemarin) sampai selesai sekitar malam ini (semalam). Disambung dan langsung bisa mengalir airnya. Menggunakan pipa 3 dim dari PDAM," tambahnya. Sementara itu, pantauan di lokasi akibat putusnya jalur tersebut, kendaraan tak bisa lagi melintas. Selain itu, pelajar dari Banjar Cebok yang akan menuju sekolah ke Desa Kedisan harus memerlukan upaya ekstra.

Foto: Petugas PAM Tirta Sanjiwani membuat instalasi baru pasca jalan jebol, Kamis (14/9). -NOVI ANTARI

Mereka harus jalan kaki beberapa meter dari jalur melintasi pematang sawah. Kondisi ini cukup membahayakan. Selain karena kondisi pematang sawah yang licin dan becek, beberapa ada dua lobang besar di tengah areal persawahan juga saat ini ambles. Dua tanah ambles itu jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi pertama tanah ambles.

Dua lubang itu diperkirakan berdiameter kurang lebih belasan meter. Dua lubang menganga itu berlokasi di tengah areal sawah yang di bawahnya terdapat saluran air. Sementara itu, pada lokasi longsor utama diperkirakan panjang jalan yang mengalami ambles itu memiliki panjang sekitar 30 meter dengan kedalaman 70 meter lebih. Posisi tanah longsor itu bersambungan langsung dengan ngarai di sisi selatan.

I Made Astawiguna selaku Kabid Bina Marga PUPR Gianyar mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi terkait peristiwa ini. Namun sementara, menurutnya kontur wilayah di kawasan itu memang bergelombang. Sehingga kondisi tanahnya agak labil. "Murni karena posisi tanahnya yang labil. karena kedalaman kurang dengan tanahnya itu tegak lurus. Makanya masyarakat desa kemarin berinisiatif untuk membuat jalan baru. Cuman masih terkendala pembebasan lahan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Putra Hartawan. Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan survei pada jalan jebol dan longsor sangat lebar di banjar Cebok, Desa Kedisan, untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif solusinya. "Kami sudah melakukan survei, dan kini sedang dibuat beberapa alternatif solusinya untuk diambil kebijakan. Namun melihat jalan yang jebol dan longsor itu akan diperbaiki pada tahun 2024. Tidak bisa pada tahun ini karena perlu biaya yang besar," kata Putra Hartawan dalam wawancara via telepon di Gianyar, Kamis kemarin.

Karena menyangkut biaya yang besar maka perbaikannya akan dilakukan pada tahun depan. Dari hasil survei tersebut, Dinas PUPR akan mengajukan beberapa alternatif dan solusi kemudian akan diputuskan oleh Bupati dan DPRD Gianyar, tambah dia. Ia belum dapat memastikan apakah Pemkab Gianyar akan memperbaiki jalan yang jebol dan longsor mengingat butuh biaya besar untuk buat pondasi atau membuat jalan alternatif. Hal itu yang masih menjadi kajian dari hasil survei itu. Dinas PUPR sudah meminta masyarakat untuk tidak mendekat dengan jalan yang jebol dan longsor itu. "Kami sudah menutup jalan agar masyarakat tidak mendekat dengan lubang jalan yang menganga lebar masih berpotensi longsor lagi. Berbahaya untuk warga," katanya.

Seperti diberitakan jalan beraspal penghubung Banjar Cebok dan Banjar Kedisan Kelod, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar akhirnya putus total sepanjang 30 meter, Selasa (12/9) dini hari. Jalan ini diketahui sudah terkikis perlahan sejak tiga tahun lalu. "Awal jebol sudah hampir 3 tahun terakhir, belum ada perbaikan," jelas Kepala Dusun Banjar Kedisan Kelod, I Komang Mahardika,32, saat ditemui di lokasi, Selasa (12/9). Saat itu, pihaknya sudah berupaya melakukan penutupan jalan. Tapi tetap banyak mobil yang lewat. "Kami tidak bisa setiap saat di TKP, sehingga ada saja yang nekat lewat. Dua hari lalu, kami sempat kerja pasang portal biar cuma motor saja yang lewat, kalau mobil berbahaya. Kemarin sore sudah selesai, eh ternyata malamnya jalan langsung jebol. Dua kali jebolnya, jam 11 malam, kedua mungkin dini hari. Sekarang putus total," ujarnya. Jebolnya jalan cukup dalam, melebihi ukuran meteran. "Kemarin bersama petugas PU kami sempat lakukan pengukuran karena ada kemungkinan disender. Saat diukur pakai meteran, 70 meter belum sampai bawah, lumayan dalam," ungkapnya. 7 nvi, ant

Komentar