nusabali

Bendesa Kuta Perintahkan Pembongkaran

Pemasangan Portal di Pantai Sekeh Dinilai Kurang Koordinasi

  • www.nusabali.com-bendesa-kuta-perintahkan-pembongkaran

MANGUPURA, NusaBali - Adanya portal di jalan pantai di Pantai Sekeh, Kecamatan Kuta, Badung menjadi atensi oleh Desa Adat Kuta. Pasalnya, selaku pengelola kawasan pantai tidak ada koordinasi dari akomodasi atau pihak yang melakukan pemasangan. Atas kondisi itu, Bendesa Kuta langsung memerintah untuk pembongkaran portal tersebut.

Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista menerangkan portal yang dipasang oleh salah satu akomodasi yang ada di Pantai Sekeh itu memang memiliki maksud yang baik, yakni menghalau adanya pengendara sepeda motor yang hendak memanfaaatkan akses tersebut. Namun sayangnya, pemasangan itu tanpa ada koordinasi ke pihaknya. "Untuk di ketahui, kawasan pantai di Kuta ini yang mengelola adalah Desa Adat Kuta. Jadi, seharunya semua yang berhubungan dengan pantai, harus dikoordinasikan terlebih dahulu ke kita," tegasnya, Senin (4/9).

Wasista juga tidak memungkiri kalau pemasangan portal itu dilandasi oleh itikad baik pihak akomodasi dalam menghalau motor yang memanfaatkan jalan pantai itu. Namun, dia juga menggarisbawahi jika pemasangan itu harus sesuai dengan portal lainnya yang ada di Pantai Kuta. Salah satu contohnya, lanjut dia seperti yang ada di sebelah kantor Satgas Pantai. Yang mana, di lokasi itu ada portal penghalang yang dipasang secara zig-zag agar tidak bisa dilewati sepeda motor. "Niatnya baik, namun pemasangan kurang tepat. Portal itu kan cukup tinggi, sehingga membahayakan juga bagi wisatawan lansia yang mau lewat. Nah, itulah pentingnya koordinasi ke Desa Adat Kuta agar bisa dicarikan solusi terbaik," sebut Wasista.

Atas keberadaan portal itu, dirinya sudah meminta kepada akomodasi yang memasang untuk melakukan pembongkaran. Yang mana, itu sudah ditindaklanjuti dan dibongkar pada Minggu (3/9) sore. Dia berharap, tidak adalagi kejadian serupa kedepannya tanpa harus berkoordinasi dengan Desa Adat. "Kalau informasi pemasangannya itu terjadi pada Sabtu (2/9). Kemudian sehari setelah itu dilakukan pembongkaran. Kondisinya sudah clear dan portal sudah dibersihkan," kata Wasista.

Hal senada juga disampaikan Lurah Kuta, I Putu Dedik Adi Ardiana. Menurut dia, portal dengan ketinggian seukuran pergelangan kaki orang dewasa itu dipasang oleh salah satu hotel di sekitar lokasi, dengan maksud menjaga kondisi agar tidak salah peruntukan. Namun karena hal itu cukup membahayakan bagi pejalan kaki, khususnya saat malam hari. Pihaknya kemudian meminta pihak hotel untuk membongkar portal tersebut, demi kenyamanan dan keamanan bersama. "Itu katanya dipasang oleh pihak hotel, saat adanya acara salah satu BUMN. Kapannya saya kurang tahu persis, tapi itu sudah kita minta untuk dibongkar. Tadi pagi saya cek portal itu sudah dilakukan proses pembongkaran oleh pekerja," tambahnya.

Pemasangan portal itu dilakukan karena pihak hotel bermaksud untuk mencegah adanya pengunjung yang membawa kendaraan dan sering melintas di jalan pantai tersebut. Tidak jarang pengendara juga parkir di dekat kawasan pura yang berada di sebelah hotel. Kondisi itu dirasa sangat menganggu pejalan kaki, membuat kawasan menjadi semrawut dan kumuh karena parkir liar, serta berpotensi membuat semakin cepat kerusakan. "Pemasangan itu memang bermaksud untuk menghalau semua kendaraan yang lewat sana. Karena peruntukan hanya bagi pejalan kaki saja. Namun, langkahnya saja yang kurang koordinasi," pungkasnya.7 dar

Komentar