nusabali

Faktor Cemburu, Pemicu Terbesar Kasus KDRT

  • www.nusabali.com-faktor-cemburu-pemicu-terbesar-kasus-kdrt

Cemburu gara-gara istri atau suami selingkuh alias memiliki wanita atau pria idaman lain (WIL/PIL) menjadi pemicu yang dominan terhadap aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Klungkung. 

SEMARAPURA, NusaBali
Sedangkan faktor pemicu kedua, yakni karena faktor ekonomi atau kemiskinan. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Klungkung selama tahun 2015 ini menerima pengaduan 10 kasus KDRT, dari pengaduan itulah diketahui jika pemicu kasus ini dominan karena KDRT.

“Dari laporan dan pengecekan di lapangan kebanyakan karena cemburu,” ujar Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klungkung, Tjokorda Istri Raka, Rabu (30/12). 

Tokoh perempuan asal Banjar/Desa Takmung, Banjarangkan yang akrab disapa Tjok Istri Raka ini mengatakan prihatin dengan kasus-kasus KDRT yang terjadi di lapangan. Terhadap pengaduan kasus KDRT tersebut, pihaknya berusaha melakukan pendampingan, dengan harapan persoalan KDRT tidak berlanjut ke proses hukum, melainkan bisa selesaikan secara kekeluargaan antara suami dan istri. “Kalau sampai berperkara kasihan anak-anak mereka,” ujar Tjok Istri Raka ditemani pengurus P2TPP2A lainnya, yakni Anak Agung Istri Anom Ratnadri dan Sri Handayani.

Diakui pendampingan tersebut tidak mudah. “Kita sering didamprat, terutama kalangan istri yang jadi korban,” tambah Anak Agung Istri Anom Ratnadri. Namun prinsip karena  tak menginginkan hubungan suami-istri putus yang dipicu  cemburu, pihak P2TP2A berusaha persuasif. 

Dari dengan cara nuturin alias menasehati sampai dengan pendekatan agama, seperti  memberi pemahaman ajaran karmaphala,” tegas AA Istri Anom Ratnadri. Dari pendekatan tersebut, banyak yang berhasil, hubungan pasutri membaik. Dari laporan KDRT yang masuk ke P2TP2A, sebagian besar perempuan atau pihak istri yang jadi korban. Sedang pihak suami relatif sedikit. “Pernah sekali suaminya sampai dilempar pakai kursi,” ungkap AA Istri Anom Ratnadri.

Selain pengaduan KDRT, ada  4 kasus tindak asusila terhadap perempuan dan anak di Klungkung yang masuk ke P2TP2A tahun 2015. “Boleh jadi jumlahnya lebih, namun sedikit yang berani melapor karena menyangkut aib keluarga,” imbuh Tjok Istri Raka. 7 k17

Komentar