nusabali

WNA Bareti Mobil di Legian Keluhkan Kembang Api dan Berseteru dengan Warga Lokal

  • www.nusabali.com-wna-bareti-mobil-di-legian-keluhkan-kembang-api-dan-berseteru-dengan-warga-lokal

MANGUPURA, NusaBali.com – Kasus Warga Negara Asing (WNA) yang viral akibat membareti mobil di parkiran Pantai Legian, Badung, Bali pada Selasa (29/8/2023) kemarin ternyata sudah lama menetap di daerah Legian, Kecamatan Kuta, Badung, Bali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Legian, Ni Putu Eka Martini yang menerangkan bahwa bule tersebut tinggal di wilayah Legian sejak berpuluh-puluh tahun tepatnya di Jalan Padma Utara, Pondok Jati Inn sebelah barat Restoran Bali Ausie, Legian, Kecamatan Kuta, Badung.

“Bule tersebut sudah tinggal di wilayah Legian berpuluh puluh tahun, bule itu kebetulan mengontrak lahan warga kami dan membangun vila tempat ia tinggal sekarang,” terang Martini.

Meski demikian, Martini membeberkan jika bule tersebut sebelumnya pernah memiliki konflik dengan warga lokal karena adanya perseteruan hingga aksi saling pukul. Lebih lanjut ia ceritakan, konflik tersebut terjadi karena berselisih paham diantara kedua belah pihak. Sehingga, warga lokal yang terlibat sempat berada di sel tahanan. 

Namun, terang Martini warga lokal tersebut saat ini sudah bebas setelah adanya kesepakatan bersama.

Tak hanya itu, bule tersebut juga terang Martini pernah mesadu kepada pihaknya soal kembang api yang sering dinyalakan di dekat lokasi bule itu tinggal. Namun, Martini menerangkan pihaknya belum menanggapi komplain tersebut. Sebab, menurutnya itu merupakan konsekuensi karena tinggal di lingkungan pariwisata.

“Komplain beliau (bule) soal kembang api itu yang belum bisa sepenuhnya kami jawab karena kembang api itu hak dari pemilik, yang penting tindak menyebabkan kebakaran. Artinya dengan kondisi beliau tinggal di daerah pariwisata yang memang agak bising dan itu risiko dia karena tinggal di lingkup wilayah pariwisata,” ungkapnya.

Meski demikian, menurut Martini bule itu memiliki kepribadian yang baik. Terlihat dari bule tersebut bisa diajak koordinasi dan tidak menghindar saat terlibat konflik dengan warga lokal Legian. Bahkan, terang dia bule tersebut memiliki surat keterangan izin tinggal di daerah Legian.

“Personality-nya lumayan baik dan sempat dicek oleh Kepala Lingkungan bahwa bule tersebut sudah memiliki surat keterangan izin tinggal. Namun, saat ini masih di cek oleh pihak imigrasi apakah izin tinggalnya masih berlaku atau yang lainnya,” tutupnya. *ris



Komentar