nusabali

Surplus Pangan, Bali Masih Punya Kantong-kantong Kemiskinan

  • www.nusabali.com-surplus-pangan-bali-masih-punya-kantong-kantong-kemiskinan

DENPASAR, NusaBali - Ketahanan pangan memiliki korelasi dengan tingkat kemiskinan suatu daerah. Bali sebagai salah satu daerah di Indonesia yang surplus pangan, masih menyimpan sejumlah kantong-kantong kemiskinan.

Ketahanan pangan Bali menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Dari 10 komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai besar, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging babi, seluruhnya surplus, terkecuali bawang putih.

“Data ini menunjukkan bahwa, Bali sangat siap menjadi pulau yang berdaulat di bidang pangan, hanya produksi bawang putih yang harus ditingkatkan,” ujar Gubernur Bali saat membacakan pidato Peringatan Hari Jadi ke-65 Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Senin (14/8).

Usai mengikuti Peringatan Hari Jadi ke-65 Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Gubernur Koster juga menyampaikan pembangunan Bali di bidang pangan di hadapan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono, di Gedung Jayasabha.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Koster mengatakan, sejak adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, hotel dan restoran di Bali telah cukup banyak menyerap hasil pertanian lokal. Khusus untuk bawang putih, Pemprov Bali saat ini juga tengah mengusahakan produksi yang lebih besar di wilayah Bangli dan Buleleng.

“Sebagian besar sudah mengonsumsi produk pertanian Bali seperti beras, sayur, buah, daging, dan ikan,” ujar Gubernur Koster.  

Di sisi lain Gubernur Koster mengakui angka kemiskinan di Bali meningkat menjadi 4,25 persen pasca pandemi. Dia mengatakan akan memetakan kemiskinan di Bali dengan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Gubernur Koster yakin kemiskinan di Bali dapat dihapuskan.

“Target kita zero, karena lokusnya itu jelas. Dalam waktu dekat seluruh kabupaten/kota di Bali kita akan memetakan angka kemiskinan ada berapa di masing-masing kabupaten/kota. Lokusnya ada di mana, seperti apa karakteristiknya, itu akan dipetakan,” tandas gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, ini.

Mardiono mengatakan surplus pangan di Bali harus dipertahankan atau ditingkatkan agar surplusnya bisa menyumbang ke daerah-daerah lain yang berdekatan.

Sehingga daerah-daerah tersebut tidak mendatangkan dari daerah-daerah yang jauh dan biaya bisa lebih rendah.

Terkait dengan angka kemiskinan, Mardiono mendorong kajian-kajian untuk memetakan kantong-kantong kemiskinan di Bali. Dia menyebut kemiskinan terkait erat dengan ketahanan pangan suatu wilayah.

“Jadi sumber-sumber kemiskinan itu juga sebagian besar dibarengi dengan lemahnya tingkat ketahanan pangan,” jelasnya.

Dia yakin tingkat kemiskinan di Bali dapat ditekan dengan relatif mudah. Pertumbuhan ekonomi yang positif pasca pariwisata Bali bangkit, ujarnya, akan mendorong kolaborasi antara industri dan pemerintah menurunkan angka kemiskinan di Pulau Dewata. 7 cr78

Komentar