nusabali

SMPN 1 Sukawati Hanya Terima 19 Siswa Jalur Lingkungan

  • www.nusabali.com-smpn-1-sukawati-hanya-terima-19-siswa-jalur-lingkungan

Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik jenjang SMP maupun SMA negeri, serentak pada Sabtu (1/7) ini.

GIANYAR, NusaBali

Jalur bina lingkungan masih menjadi polemik di sejumlah wilayah. Tak terkecuali di Gianyar. Di Sukawati misalnya, orangtua siswa sebatas bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya jalur bina lingkungan (binal) tersebut.

Seperti yang diungkapkan Yan Nonat melalui akun facebook. “PPDB di SMP 1 Sukawati melalui jalur bina lingkungan katanya dibagi masing masing banjar, apakah di masing masing banjar sudah dirangking NEMnya agar tidak terkesan ada unsur KKN,” tulisnya. Ia pun inginkan jawaban dari pengumuman yang dijadwalkan serentak hari ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMPN 1 Sukawati, Drs I Komang Jati SPd MM mengaku jalur binal ini rentan menuai keluhan dari orangtua siswa. Terlebih, kuota yang disediakan hanya 19 kursi. Sedangkan pelamar jalur ini berasal dari 13 banjar se Desa Sukawati mencapai 81 calon siswa. Pihaknya mengatakan sangat hati-hati dalam melakukan seleksi.

Ia mewanti-wanti kepada penanggungjawab lingkungan dalam hal ini perbekel, bendesa dan para kepala dusun agar menentukan calon siswa yang lolos sebaik mungkin. “Kami sudah rapat Selasa lalu. Dari 81 yang daftar jalur bina lingkungan. Hanya 19 yang lolos,” jelasnya.

Kriteria lolosnya di jalur ini disebutkan berdasarkan domisili calon peserta didik dan Nilai Ujian Nasional (NUN). Diakui bahwa sekolah dengan sebutan Suspensa ini dituntut prestasi, sehingga inputnya harus diseleksi dengan ketat. “Ya mau bagaimana lagi, kami sudah berupaya. Tidak mungkin kami terima semua karena sudah ada aturan hanya 10 persen. Kemudian untuk menentukan siapa yang layak, kami pakai patokan NUN tertinggi. Ini kami lakukan semata-mata untuk menunjang prestasi sekolah. Kalau asal terima saja, kami khawatir calon siswa tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dengan prestasi sekolah. Janganlah NUN nya jauh panggang dari api karena sekolah juga dituntut prestasi,” terangnya.

Disebutkan untuk tahun ajaran 2017/2018 ini, sekolah di sebelah timur Polsek Sukawati ini menerima 256 siswa baru. Siswa ini dibagi dalam 8 rombongan belajar (rombel), masing-masing terdiri dari 32 peserta didik. Selain lewat jalur binal, SMPN 1 Sukawati juga menrima 20 persen siswa jalur prestasi, 20 pesren jalur keluarga miskin dan sisanya lewat jalur NUN. “Jalur prestasi dan gakin sudah terpenuhi semua. Termasuk jalur Nun, sedang kita bahas disini,” jelasnya ditemui disela-sela perangkingan jalur regular (NUN) 22 SMP se Gianyar bertempat di SMPN 1 Gianyar, Jumat (30/6).

Sementara untuk nilai terendah yang diterima di SMPN 1 Sukawati yakni 276,0. Sementara NUN tertinggi yang diterima yakni 291,0.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Made Suradnya mengatakan menyerahkan sepenuhnya jalur bina lingkungan ini kepada sekolah beserta penanggungjawab lingkungan. Termasuk teknisnya di lapangan, pihaknya tidak mau ikut turut campur terlalu dalam. “Sebab yang tahu wilayah adalah penanggungjawab lingkungan. Bagaimana teknisnya kami serahkan kepada mereka. Satu pesan kami, supaya PPBD ini sukses dan lancar, dan tidak banyak menuai protes. Karena kami juga tidak berwenang jika terlalu mengintervensi per sekolah,” ungkapnya.

Terkait proses perangkingan, diakui cukup melelahkan. Sebab harus mencocokkan secara detail, nilai siswa dengan sekolah yang dituju. “Hasilnya akan kami umumkan besok (hari ini, Red) di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Untuk diketahui, nilai tertinggi 300,0 bertengger di 3 SMP negeri di Gianyar, antara lain SMPN 1 Gianyar, SMPN 1 Blahbatuh dan SMPN 2 Blahbatuh. Sementara 3 sekolah dengan nilai  terendah, yakni SMPN Satu Atap Tampaksiring diterima nilai 161,5. Ada juga SMPN 3 Payangan dengan nilai terendah 201, diikuti SMPN 2 Tegallalang terendah 173. *nv

Komentar