nusabali

Hospitality Juga Jadi Kunci Wisman Selalu Banjiri Bali

  • www.nusabali.com-hospitality-juga-jadi-kunci-wisman-selalu-banjiri-bali

DENPASAR, NusaBali - Kalangan pelaku pariwisata Bali berharap stakeholder dan masyarakat pariwisata Bali secara konsisten menerapkan keramah tamahan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan yang datang ke Bali.

Karena selain alam, adat dan seni budaya,  hospitality (konsep atau praktek memberikan layanan yang ramah dan menyenangkan) dipastikan sebagai salah satu kunci agar wisatawan tetap ramai ke Bali.  

“Kita harus waspada Bali tidak sendiri,” kata I Nyoman Astama, salah seorang praktisi pariwisata Bali, Rabu (9/8). Dari pengalamannya sebagai praktisi, Bali jelas memiliki banyak pesaing dalam merebut wisatawan, baik wisdom maupun wisman. Untuk di kawasan ASEAN, Phuket (Thailand) merupakan salah satu kompetitor Bali yang bisa dikatakan secara head to head. Berdasarkan hitungan jarak dengan salah satu pangsa pasar, yakni kawasan Eropa, Pukhet jelas lebih dekat dibandingkan dengan Bali. “Otomatis dalam hitung-hitungan transportasi dalam hal ini tiket pesawat tentunya ke Phuket lebih kompetitif. Karena jaraknya yang lebih dekat,” ungkap Astama. Belum lagi kemungkinan harga produk wisata lainnya di Thailand yang juga bersaing.

Karena itulah, menurut Astama, Bali harus memiliki kelebihan dibanding dengan Pukhet, khususnya ataupun dengan pesaing yang lain. "Kalau soal seni budaya, jelas kita Bali lebih unggul, karena memang unik dan metaksu," terangnya. Kelebihan dalam bidang seni budaya inilah, menurut Astama harus ditambah dengan keunggulan dalam hal pelayanan yang membuat wisman selalu merasa nyaman berwisata ke Bali.

“Hospitality tak hanya tagline, tetapi jadi perilaku dan kenyataan di lapangan,” ujar Astama mengingatkan. Menurutnya, itulah salah satu ‘jurus’ agar momen positif pariwisata Bali tetap terjaga dan meningkat. Untuk itu, masalah kemacetan di sejumlah lokasi mesti mendapat atensi, yakni penyelesaian. Demikian  kelengkapan infrastruktur  seperti jalan maupun yang lainnya, mesti juga disiapkan.

“Saya kira itulah yang mesti untuk melengkapi keunggulan pariwisata Bali, sehingga wisatawan tetap enjoy ke Bali,” pria yang Managing Director Pasific Holidays DMC ini. Sementara pada Juli-Agustus ini, Astama mengatakan kunjungan wisatawan, khususnya wisman ke Bali masih akan tetap ramai. “Sekarang kan memang summer di Eropa,” ungkapnya. Wisman Australia, masih menjadi yang  terbanyak ke Bali. Setelah itu wisman India disusul wisman lainnya. 7 k17

Komentar