nusabali

Monyet 'Nakal' di Uluwatu Dapat Perhatian dari Desa Adat Pecatu

  • www.nusabali.com-monyet-nakal-di-uluwatu-dapat-perhatian-dari-desa-adat-pecatu

MANGUPURA, NusaBali.com – Belum lama ini, viral monyet di DTW Kawasan Luar Uluwatu, Bali bertingkah nakal. Beberapa wisatawan yang lengah akan barang bawaannya, seringkali menjadi korban 'pencopetan' monyet-monyet nakal tersebut. Alih-alih marah, wisatawan pun geleng-geleng kepala dan dibuat ketawa oleh tingkah nakal monyet-monyet tersebut.

Meski demikian, pihak pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu melakukan evaluasi infrastruktur dan evaluasi terhadap manajemen pengelolaan maupun SDM yang ada. Salah satunya terkait menyikapi keluhan wisatawan tentang kenakalan monyet di lokasi.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta mengungkapkan bahwa pihaknya di Desa Adat Pecatu melalui pengelola DTW di wilayah Kabupaten Badung ini akan terus melakukan evaluasi agar kenyamanan wisatawan terus terjaga.

Hal yang akan dilakukan yakni melakukan evaluasi terkait kenakalan monyet di kawasan tersebut. Ia meminta pengelola untuk mencatat jumlah kejadian akibat kenakalan para monyet yang dialami wisatawan selama satu bulan. Sebab ia yakin, dengan adanya pencatatan tersebut dapat diformulasi untuk mencegah hal itu terulang kembali.

Dengan adanya catatan kejadian, hal itu merupakan salah satu bentuk evaluasi terkait respons kunjungan wisatawan maupun antusiasme wisatawan. Ketika terjadi hal yang kurang membuat nyaman, maka hal itu wajib dilakukan evaluasi. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisatawan dapat semakin meningkat ke depannya.

"Selama ini penataran dan pelaporan belum ada. Tidak bisa laporan hanya aman dan lancar, tetapi harus ada catatan berapa kejadian yang dialami wisatawan akibat kenakalan kera ini,” ungkapnya pada Jumat (28/7/2023) lalu.

Ia pun menilai, monyet yang ada di DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Sehingga, pencegahan dan pengamanan para monyet nakal harus segera dilakukan. Sebab, ia tak ingin monyet nakal menjadi alasan bagi wisatawan enggan berkunjung kembali ke DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu.

"Monyet ini kan menjadi salah satu daya tarik di DTW Uluwatu. Jangan sampai monyet nakal ini membuat citra buruk di kawasan," harapnya.

Sumerta juga menambahkan, meski ada beberapa monyet yang nakal, namun anjing dan monyet yang ada di DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu telah divaksinasi. Bahkan, vaksinasi terang dia dilakukan rutin setiap enam bulan sekali.

“Hewan-hewan di sini sudah dilakukan vaksinasi, penangkapan, dan lainnya. Mudah-mudahan tidak ada yang terjangkit rabies. Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan saat ini belum ditemukan indikasi tersebut,” tutupnya. *ris

Komentar