nusabali

Perayaan Tumpek Kandang di Uluwatu, Pesta bagi Kawanan Monyet

  • www.nusabali.com-perayaan-tumpek-kandang-di-uluwatu-pesta-bagi-kawanan-monyet

MANGUPURA, NusaBali.com - Pengelola DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu kembali mempersembahkan gebogan buah untuk kawanan monyet pada perayaan hari raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Sabtu (21/10/2023) sore.

Tampak berbeda dari perayaan sebelumnya, kini perayaan Tumpek Kandang yang selalu diperingati setiap 210 hari menurut kalender Bali itu disambut lebih meriah. Pasalnya, dua gebogan besar dengan tinggi 2 meter dipajang tepat di depan pintu masuk Pura Luhur Uluwatu atau di tengah-tengah area Kawasan Luar Pura Uluwatu.

Persembahan berupa buah, sayur dan umbi-umbian itu dikerumuni kawanan monyet tepat pukul 17.30 Wita setelah persembahyangan selesai. Tidak hanya melibatkan para pengelola saja, namun wisatawan tampak ikut berpartisipasi aktif memberikan persembahan itu kepada kawanan monyet. Meski dilibatkan, para pawang monyet di Uluwatu tetap sigap melihat gerak-gerik monyet yang datang.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, mengungkapkan bahwa ada penyesuaian dan penambahan gebogan sebagai ungkapan syukur atas redanya pandemi Covid-19. Selama masa pandemi, kawasan Uluwatu mengalami dampak serius dan mengalami penurunan ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, dengan pulihnya wisatawan di Uluwatu saat ini, pihaknya bersama pengelola berupaya memberikan persembahan terbaik kepada populasi monyet.

“Karena sekarang adalah Tumpek Uye dan sesuai dengan tradisi kami bahwa setiap Tumpek Uye kami menghaturkan sesajen. Gebogan ini kami tambah juga karena seiring bertambahnya populasi monyet yang begitu pesat. Sehingga kami bersepakat untuk memberikan gebogan yang diminati oleh monyet-monyet,” terang Sumerta.

Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana membeberkan bahwa meskipun perayaan dilakukan atau tidak, monyet-monyet di Uluwatu tetap diberi perlakuan yang baik. 

Dia menyoroti bahwa pemberian makanan kepada monyet merupakan anggaran tertinggi di DTW Kawasan Luar Uluwatu. Oleh karena itu, ia yakin bahwa tidak ada satu pun dari populasi monyet di Uluwatu yang mengalami kelaparan atau kekurangan pangan.

“Kami sangat mencintai dan menghormati bintang terutama satwa yang ada di Uluwatu. Jadi bukan hanya saat Tumpek Kandang saja kami berikan makan tetapi setiap hari kami berikan makanan dengan porsi tiga kali sehari. Ini adalah budget tertinggi dari yang lainnya,” tegasnya.

Sementara, Panglingsir Puri Agung Jro Kuta selaku Pangempon Pura Uluwatu, Anak Agung Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko menjelaskan perayaan Tumpek Kandang merupakan rangkaian upacara umat Hindu. Bagaimana pihaknya bisa bersinergi dengan binatang yang ada di sekitar dan dilakukan upacara.

“Tentunya hari ini kami di Pura Luhur Uluwatu melakukan kegiatan ini tiada lain adalah bahwasanya kami ingin selalu dekat dengan para wanara atau para monyet di Uluwatu,” tutupnya. *ris

Komentar