nusabali

Jangkar Baja: Hanya Ganjar yang Pasti Capres

  • www.nusabali.com-jangkar-baja-hanya-ganjar-yang-pasti-capres

JAKARTA, NusaBali - Pertarungan para calon presiden di survei menggelinding. Terbaru, sejumlah lembaga survei menunjukan elektabilitas Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyalip posisi Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Namun, Ketua Presidium Nasional Jaringan Kerja Akar Rumput Bersama Ganjar (Jangkar Baja) I Ketut Guna Artha atau biasa disapa Igat menilai, sampai saat ini hanya Ganjar yang pasti punya tiket capres.

"Jika melihat peta perolehan kursi untuk mendaftarkan capres sesuai yang disyarakat undang-undang, maka hingga saat ini hanya Ganjar yang telah memenuhi syarat. Terlebih, PPP telah resmi menyatakan bergabung dengan PDIP mengusung Ganjar," ujar Igat, Senin (24/7).

Igat mengatakan, berdasarkan Undang-undang Pemilu, pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% suara sah secara nasional pada pemilu sebelumnya.

Hasil Pemilu 2019, PDIP, kata Igat, memperoleh 19,33%  suara dan 22,3% kursi di DPR. Koalisi Perubahan yakni NasDem memiliki 9,05% suara dan 10,28% kursi di DPR, PKS dengan 8,21% suara dan 8,54% kursi DPR serta Demokrat dengan 7,77% suara dan 9,41% kursi DPR. Menurut Igat, bila perolehan kursi DPR Koalisi Perubahan ditotal maka mencapai 28,23%.

Sementara Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) memiliki total kursi DPR 23,69%. Partai Gerindra yang tergabung di dalamnya memiliki suara 12,57% dan kursi DPR 13,59%. Lalu PKB dengan  9,69%  suara dan 10,10% kursi DPR. Kemudian Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP total kursi DPR-nya mencapai 25,79%.

Rinciannya Partai Golkar memiliki suara 12,31% dan kursi DPR 14,81%, PAN dengan suara 6,84% dan kursi DPR 7,67% serta PPP memiliki suara 4,52% dan kursi DPR 3,31%. "Dengan bergabungnya PPP dengan PDIP, Koalisi Indonesia Bersatu sudah tak memenuhi syarat untuk mengusung capres," jelas Igat.

Di sisi lain, Igat memberikan argumen jika PKB gagal bersepakat dengan Partai Gerindra terkait cawapres, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya akan bubar dan Prabowo butuh mitra koalisi baru. Kepastian Prabowo nyapres pun, membutuhkan dukungan minimal jumlah kursi yang setara dengan kursi PKB.

Sementara mengenai tiket capres Anies Baswedan, lanjut Igat, bisa mengalami perubahan bila Demokrat menarik dukungan. "Maka dari itu, saat ini yang sudah pasti memenuhi syarat mendapat tiket capres itu baru Ganjar. Lantaran Prabowo masih punya "pekerjaan rumah" meyakinkan calon mitra koalisinya. Begitu juga Anies," terang Igat. k22

Komentar