nusabali

Penyeberangan Padangbai-Lembar Kembali Ditutup

Akibat Cuaca Buruk, Gelombang Capai 4 Meter

  • www.nusabali.com-penyeberangan-padangbai-lembar-kembali-ditutup

AMLAPURA, NusaBali - Cuaca buruk di Selat Lombok membuat penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Lombok dan sebaliknya kembali ditutup, Kamis (13/7).

Berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, tinggi gelombang di Selat Lombok mencapai 4 meter. Hal itu yang mendasari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Bali menutup penyeberangan di Pelabuhan Padangbai untuk sementara.

"Cuaca di Selat Lombok kembali memburuk, makanya kami tutup sementara penyeberangan di Pelabuhan Padangbai," ujar Kepala BPTD Wilayah II Bali, I Nyoman Sastrawan di ruang kerjanya Banjar Melanting, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Kamis kemarin.

Ramalan BMKG Wilayah III Denpasar, cuaca di Selat Lombok bagian selatan langit mendung hanya turun gerimis, hembusan angin cukup kencang 4-20 knot, dan tinggi gelombang 2,5-4,0 meter. Sedangkan Selat Lombok bagian utara, langit berawan, kecepatan angin 4-25 knot, dan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter.

"Makanya kami berlakukan buka tutup untuk kapal ferry, hingga Kamis (13/7) pukul 20.30 Wita, masih kami tutup aktivitas di dua dermaga," jelas Sastrawan. Sebelum melakukan penutupan, salah satu kapal telah menaikkan penumpang dan siap berangkat, tiba-tiba cuaca Selat Lombok memburuk, maka keberangkatan kapal tersebut ditunda. "Saya lupa nama kapalnya, sudah siap berangkat, tetapi batal demi keselamatan penumpang," jelasnya.

Sebelum melakukan penutupan, tercatat empat kapal ferry telah melakukan bongkaran di dua dermaga, hanya saja keempat kapal itu tidak bisa angkut penumpang untuk balik ke Pelabuhan Lembar, sehingga keempat kapal tersebut sementara mengapung di perairan Banjar Tanah Ampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis.

Saat empat kapal melakukan bongkaran di dua dermaga sempat mengalami kendala, karena terjadi ombak pantai, sehingga ramdor kapal tidak bisa nyandar sempurna. Sebelumnya, Jumat (7/7) aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai ke Lembar, Lombok juga ditutup mengingat cuaca di Selat Lombok memburuk dan membahayakan kapal dan penumpang.

Penyeberangan kembali normal, Sabtu (8/7). Jika dalam kondisi normal, kapal ferry beroperasi selama 24 jam, sebanyak 13 kapal, masing-masing shift I pukul 08.00 Wita-20.00 Wita mengoperasikan 7 kapal dan shift II pukul 20.00 Wita-08.00 Wita mengoperasikan 6 kapal, dari 26 kapal yang ada. Dari 26 kapal itu masing-masing milik PT Jembatan Nusantara 6 kapal, milik PT Jemla Ferry sebanyak 2 kapal, milik PT Dharma Lautan Utama sebanyak 2 kapal, milik PT PM SP Ferry sebanyak 3 kapal, milik PT Samoedra Jaya Giri Nusa sebanyak 2 kapal, PT Pel Sindutama Bahari sebanyak 2 kapal, PT Gerbang Samudra Sarana sebanyak 2 kapal, PT ASDP Indonesia Ferry sebanyak 2 kapal, PT Pewete Bahtera Kencana sebanyak 1 kapal, PT Trimitra Samudra sebanyak 3 kapal dan PT Munic Line sebanyak 1 kapal.

Di bagian lain, Kepala Seksi KBPP (Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli) KSOP (Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan) Kelas IV Padangbai, I Made Budha membenarkan terjadi penutupan pelayaran. "Fast boat tutup, dan kapal ferry buka tutup. Jika cuaca memungkinkan, kapal ferry buka untuk melayani penumpang," jelas Budha. Hanya saja penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Lembar relatif sepi. 7 k16

Komentar