nusabali

Besok, Megawati Buka Pesta Kesenian Bali ke-45

  • www.nusabali.com-besok-megawati-buka-pesta-kesenian-bali-ke-45
  • www.nusabali.com-besok-megawati-buka-pesta-kesenian-bali-ke-45
  • www.nusabali.com-besok-megawati-buka-pesta-kesenian-bali-ke-45

DENPASAR, NusaBali - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menghadiri pawai kesenian (peed aya) sekaligus membuka gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, Minggu (18/6).

Sosok putri Bapak Bangsa Bung Karno ini disebut memiliki kedekatan dan kepedulian dengan Bali. 

"Yang membuka ibu Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Beliau adalah tokoh nasional dan yang paling penting salah satu tokoh yang sangat peduli terhadap Bali," ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha saat meninjau gladi bersih pembukaan PKB ke-45, Jumat (16/5) pagi. 

Arya Sugiartha mengungkapkan, Megawati menyambut dengan baik permohonan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk membuka festival seni terbesar di Pulau Dewata ini. Ia menambahkan beberapa pejabat pusat lainnya juga direncanakan hadir, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga), dan beberapa pejabat lainnya. 


Lebih lanjut, terkait persiapan penyelenggaraan PKB yang tahun ini bertema Segara Kerthi Prabhaneka Sandhi Samudera Cipta Peradaban, Arya Sugiartha menyatakan telah siap 100 persen. Dikatakan, pawai kesenian akan berlangsung mulai pukul 14.00-16.00 Wita. Pada tahun ini, peserta pawai hanya diikuti perwakilan 9 kabupaten/kota dan tim kesenian Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Hal itu menurut Arya Sugiartha untuk mempersingkat waktu pawai yang sebelum-sebelumnya juga diikuti tim kesenian sekolah/perguruan tinggi di Bali hingga perwakilan kesenian daerah lain. 

"Jadi kita ingin pawai ini lebih simpel waktunya juga bisa maksimal dua jam. Selain itu juga agar seniman lebih leluasa," ucap mantan Rektor ISI Denpasar ini. Namun demikian, Arya Sugiartha menjanjikan peed aya PKB kali ini tetap berlangsung meriah dan unik. Masing-masing kontingen akan menunjukkan atraksi seni masing-masing sejak start dari sisi timur hingga finish di sisi barat panggung. 

Birokrat asal Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan ini mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada para seniman Bali dengan datang beramai-ramai ke acara pembukaan PKB ke-45. "Kita bersama-sama memberikan apresiasi tapi ingat jaga ketertiban, jaga kebersihan, meskipun pandemi sudah berakhir kita juga harus tetap menjaga protokol kesehatan," tandasnya. 

Sementara itu Ketua Tim Kreatif Pawai Kesenian PKB ke-45, Kadek Wahyudita menjelaskan pawai PKB ke-45 mengikuti tema besar Segara Kerthi Prabhaneka Sandhi Samudera Cipta Peradaban. Setiap penampilan peserta pawai akan menjadi pengejawantahan budaya pesisir dan laut masing-masing kabupaten/kota. 


"Sudah di-breakdown dengan tematik-tematik kecil untuk menerjemahkan tematik yang besar itu," jelas dia. Ia menjelaskan, setiap kontingen akan membawakan empat buah materi. Pertama materi identitas berupa papan nama dan perangkatnya, dilanjutkan tari maskot kabupaten/kota, kemudian garapan tari kreasi yang mengangkat esensi laut, dan terakhir garapan atraksi tematik sejenis fragmen singkat yang menggambarkan upaya-upaya memuliakan laut dan sebagainya. Wahyudita mengatakan, pawai akan diawali dengan pertunjukan seni bertajuk 'Siwa Nata Raja' yang dibawakan mahasiswa ISI Denpasar. Meski menjadi rutin dibawakan setiap pembukaan PKB, pertunjukan bermakna Siwa sebagai penata dunia akan bercorak laut seturut tema PKB tahun ini. 

Setelah kontingen ISI Denpasar, pawai dilanjutkan dengan pawai kesenian Kabupaten Tabanan dan diakhiri pawai kesenian Kota Denpasar. Tabanan menggarap filsafatnya laut, Karangasem bagaimana ritus di laut termasuk yang lainnya hingga kepada Denpasar bagaimana ritus yang hadir di masyarakat pesisir dan hadir di laut misal ada legong bagaimana ikan dan lain sebagainya," ungkap pria asal Desa Kesiman, Denpasar ini.
 
PKB ke-45 Tahun 2023 akan digelar mulai 18 Juni 2023 hingga 16 Juli 2023. Perhelatan PKB kembali dipusatkan di Taman Budaya (Art Center) Provinsi Bali, selain juga akan digelar di ISI Denpasar dan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Dalam kegiatan PKB tahun ini terdapat sejumlah materi pokok, yaitu Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia), dan Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah). 7 cr78 

Komentar