nusabali

Stok Hewan Kurban di Tabanan Aman

22 Dokter Disiapkan Periksa Sapi dan Kambing

  • www.nusabali.com-stok-hewan-kurban-di-tabanan-aman

TABANAN, NusaBali - Stok hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha di Tabanan pada 28 Juni mendatang, dalam kondisi aman. Ketersediaan atau populasi untuk sapi di Tabanan mencapai 3.729 ekor dari kebutuhan hanya 110 ekor. Sementara untuk kambing dari populasi 4.296 ekor, kebutuhan hari raya mencapai 207 ekor.

Bahkan untuk memastikan kelayakan kesehatan hewan, Dinas Pertanian Tabanan melalui bagian ternak akan melakukan pemeriksaan  antemortem dan postmortem agar hewan kurban terbebas dari penyakit mulut dan kuku. 

Kepala Bidang Ternak dan Kesehatan Hewan I Gde Eka Parta Ariana mengatakan ketersediaan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha di Tabanan aman. Populasi sapi dan kambing melebihi kebutuhan di Tabanan. "Kita aman stok, dari tahun ke tahun aman tidak sampai kekurangan," ujarnya, Rabu (14/6). 

Selain aman, diakuinya dari harga sapi dan kambing jelang hari raya tak sampai ada kenaikan yang signifikan. Kisarannya untuk sapi yang berat 350 kilogram, di harga Rp 46.000 - 56.000 per kilogram di tingkat peternak. Sementara untuk kambing kisaran Rp 2 juta - 5 juta per ekor. "Jadi untuk harga masih sedang, tidak ada lonjakan yang signifikan," katanya. 

Selain itu jelas Parta Ariana, menjelang Hari Raya Idul Adha ini Dinas Pertanian menurunkan tim pemeriksaan AMPM (Antemortem dan Posmortem) Kabupaten Tabanan. Dalam tim ini ada 22 dokter hewan yang melakukan pemeriksaan hewan kurban. 

Pemeriksaan hewan kurban tersebut bakal dilakukan menyeluruh di masjid atau tempat pemotongan hewan di 10 kecamatan. "Pemeriksaan mulai dilakukan H-3, pemeriksaan dilakukan sebanyak 2 kali sebelum disembelih dan sudah disembelih," tegas Parta Ariana.

Pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong meliputi pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan hewan kurban menderita penyakit.  Sedangkan pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban meliputi pengecekan kondisi karkas serta organ seperti limpa, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk menjamin kualitas daging dan jeroan aman serta layak untuk dikonsumsi, sekaligus mendeteksi kelainan pada karkas, hati, jantung, dan jeroan," tandasnya. 7des

Komentar