nusabali

Ikan Paus Mati di Pantai Yeh Malet, BPSPL Terjunkan Ahli Forensik Hewan

  • www.nusabali.com-ikan-paus-mati-di-pantai-yeh-malet-bpspl-terjunkan-ahli-forensik-hewan

AMLAPURA, NusaBali.com – Matinya seekor ikan paus di Pantai Yeh Malet, Karangasem pada Rabu (5/4/2023) siang, menjadi atensi Kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. Sebagaimana diketahui, ikan paus tersebut pada Rabu pagi lebih dulu terdampar di Pantai Lepang Klungkung, sebelum oleh masyarakat setempat diselamatkan masuk ke dalam lautan.

BPSPL mendatangkan beberapa dokter hewan ahli forensik untuk meneliti penyebab matinya seekor paus jenis sperma (Physeter macrocephalus).
 
Beberapa dokter hewan yang diterjunkan antara lain drh Bilqis FKH, dari Universitas Airlangga ahli patologi dan forensik hewan drh Dwi Suprapti beserta dokter hewan yang berdomisili di Bali. 

“Rencana Kamis akan nekropsi paus pagi hingga siang," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso, Rabu (5/4/2023) malam.
 
Yudiarso mengatakan saat ini, untuk penanganan paus tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Karangasem untuk memasang garis polisi di lokasi dan memantau hingga penguburan selesai.
 
Hal tersebut, kata dia, penting dilakukan untuk mencegah pencurian daging atau bagian tubuh lain oleh masyarakat dan mengatur masyarakat yang datang menyaksikan paus tersebut.
 
"Kami sudah koordinasi terkait peminjaman alat berat dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Untuk mobilisasi ekskavator akan dikerahkan mulai Kamis pagi ke lokasi," kata dia.
 
Yudiarso menjelaskan paus sperma yang terdampar mati di Pantai Yeh Melet, Wates, Kabupaten Karangasem, Bali tersebut pada awalnya masih dalam keadaan hidup saat terdampar di Pantai Lepang, Klungkung, Bali, Rabu pagi.
 
Setelah mendapatkan informasi adanya paus yang terdampar, Polres Klungkung, BPBD Klungkung, penyuluh perikanan Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, serta masyarakat setempat melakukan penanganan dengan mendorong paus tersebut ke tengah laut.
 
Setelah beberapa saat, proses penyelamatan paus tersebut pun berhasil."Paus masih hidup dan berenang ke arah Timur. Kejadian ditemukan sekitar pukul 07.38 WITA dan berhasil kembali ke laut pada pukul 08.39 WITA," kata dia.
 
Setelah itu, pada siang harinya, BPSPL Denpasar bersama Polres Karangasem, BKSDA Bali, Yayasan Bali Bersih, Bali Exotic Marine Park, masyarakat setempat menangani paus sperma yang sama dengan kejadian pagi hari di Klungkung.
 
Saat ditemukan lagi, paus tersebut sudah dalam kondisi mati di Pantai Yeh Melet, Wates, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem sekitar pukul 13.14 WITA. *ant

Komentar