nusabali

Rabies Masih Tinggi, VAR Menipis

  • www.nusabali.com-rabies-masih-tinggi-var-menipis

Setiap hari rata-rata terjadi 20 kasus gigitan anjing rabies di Buleleng. Sementara pengadaan VAR baru akan digeber bulan Maret-April ini.

SINGARAJA,  NusaBali
Ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di beberapa fasilitas kesehatan mulai menipis. Padahal kasus gigitan anjing yang diduga rabies per harinya masih rata-rata 20 gigitan. Bahkan di salah satu Puskesmas di Buleleng, Jumat (3/3), VAR dalam kondisi kosong.

Putu Jana, 35, seorang warga yang hendak mencarikan VAR kedua untuk anaknya usai kena gigitan pekan lalu gagal. Sebab VAR sedang tidak tersedia di Puskesmas tersebut. Dia pun disarankan datang kembali pekan depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dr Sucipto menyebut ketersediaan VAR menipis, karena baru akan diadakan pada bulan Maret-April ini. Hanya saja dia menegaskan tidak ada fasilitas kesehatan milik pemerintah di Buleleng yang sampai kehabisan stok VAR.

“Kami tidak pernah biarkan ada kekosongan VAR. Meskipun saat ini masih susah mendapatkan tambahan VAR. Tapi hari ini kita dapat tambahan VAR dari provinsi 300 vial. Ketersediaan di faskes itu dicek real time, jadi tidak ada yang sampai kosong,” jelas Sucipto.

Menurutnya jika pun terjadi kekosongan, maka VAR akan direlokasi dari faskes terdekat lainnya. Sedangkan untuk ketersediaan VAR di masing-masing faskes juga dilaporkan setiap harinya melalui WhatsApp Group (WAG).

Sucipto mengungkapkan untuk penanganan korban gigitan anjing di Buleleng sejak awal tahun lalu, masih cukup tinggi. Meski ada penurunan dari tahun sebelumnya, namun jumlahnya belum signifikan. “Rata-rata sehari masih 20 gigitan. Kemarin sempat turun 8 kasus, tetapi besoknya naik lagi jadi 18, lalu 23, sehingga ini yang menjadi kekhawatiran kita. Mudah-mudahan ketersediaan VAR tetap lancar,” imbuh dia.

Sementara itu saat ini Dinkes Buleleng juga tidak lagi menerapkan protap pemberian VAR pada korban gigitan anjing yang diduga rabies. Saat ini seluruh pasien yang pernah digigit anjing agar segera datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksin. Hal ini dilakukan Dinkes Buleleng untuk upaya pencegahan dini.

“Kendala VAR pada manusia korban gigitan selama ini karena mereka tidak melaporkan kasus gigitan sehingga menjadi fatal tidak tertolong. Karena rabies tidak bisa diobati. Melihat hal ini pemerintah mengimbau masyarakat yang tergigit datang ke faskes. Kami juga sekarang tidak memandang kasus ringan, sedang atau berat,” terang Sucipto. *k23

Komentar