nusabali

Antusias dengan KIB, Sugawa Korry: Bali Berkepentingan Cegah Politik Identitas

  • www.nusabali.com-antusias-dengan-kib-sugawa-korry-bali-berkepentingan-cegah-politik-identitas

DENPASAR, NusaBali.com –  Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry menyambut antusias terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Apalagi ia mengikuti langsung Silaturahim KIB yang diadakan pada Sabtu (4/6/2022) lalu di Jakarta bersama seluruh Ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia.

Sebagaimana diketahui, KIB adalah koalisi yang melibatkan Partai Golkar, PAN dan PPP. Kerja sama tiga partai ini pun didorong hingga daerah, dan koalisi itu pun masih membuka diri terhadap partai politik (parpol) lain yang akan bergabung. “Kerja sama tiga parpol ini dari hati, bukan atas dasar kepentingan,” kata Sugawa Korry dalam podcast Yellow Channel dengan host Komang Komang Suarsana  yang tayang perdana pada Senin (6/6/2022).

Kerja sama ini, terang Sugawa Korry, terjalin lantaran tiga parpol tak mau bangsa Indonesia masuk ke dalam politik identitas yang mengancam keutuhan bangsa. Sebaliknya politik yang mengedepankan gagasan diusung oleh tiga parpol tersebut. “KIB mengedepankan politik gagasan, politik kebangsaan yang bebas dari politik identitas dalam kontestasi 2024,” urai Sugawa Korry.

Kerja sama antara Golkar, PAN dan PPP tersebut, kata Sugawa Korry, akan ditindaklanjuti di daeran dan mensosialisasikannya hingga ke akar rumput. Apalagi terkait politik identitas, Bali disebut sangat berkepentingan agar hal itu tidak terjadi.  Bali sebagai daerah kaum nasionalis, dimana Golkar ada di dalamnya, berkepentingan agar politik identitas tidak berkembang di Bali,” kata Sugawa Korry.

KIB dikatakan menyadari untuk membangun bangsa yang hebat, tidak bisa dilakukan hanya satu golongan atau sendiri-sendiri. Oleh karena itulah, KIB berupaya mengikis polarisasi dan keterbelahan di masyarakat akibat dinamika politik yang terjadi sejak satu dekade lalu. Komposisi KIB pun dinilai Sugawa Korry sangat pas karena mengusung nasionalis religius. “Golkar nasionalis, PAN Islam modern, dan PPP Islam tradisional,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini.

Diakui pula bahwa koalisi tak menutup pintu bagi parpol lain yang akan bergabung. “Koalisi terbuka untuk semua, bukan kepentingan kelompok, semua membuka diri asalkan untuk kepetingan yang lebih baik. Kami tidak menutup diri pada pihak yang saat ini mungkin berbeda pendapat,” kata Sugawa Korry.

KIB juga mengesampingkan gabungan presidential threshold tiga partai yang  sudah mengumpulkan 24% untuk bisa mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024.  “Tetapi namanya kerja sama, akan lebih baik lebih besar dengan semangat kebersamaan. Sehingga yang dikedepankan bagaimana mencerdaskan kehidupan berpolitik bangsa, mengeliminasi politik identitas, dan bagaimana memilih capres terbaik,” tegas Sugawa Korry.

Komentar