nusabali

22 Desa/Kelurahan di Jembrana Zona Hijau

  • www.nusabali.com-22-desakelurahan-di-jembrana-zona-hijau

NEGARA, NusaBali
Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana semakin menurun. Sesuai peta sebaran kasus Covid-19 per Minggu (28/2), dari 51 desa/kelurahan se-Jembrana, 22 desa/kelurahan sudah nihil kasus positif Covid-19.

22 desa/kelurahan yang sudah nihil kasus positif Covid-19 tersebar di 5 kecamatan se-Jembrana. Di Kecamatan Pekutatan yang terdiri dari 8 desa, ada 4 desa sudah nihil kasus, yakni Desa Manggis Sari, Desa Asahduren, Desa Pangyangan, dan Desa Pulukan. Di Kecamatan Mendoyo terdiri dari 11 desa, ada 5 desa yang sudah nihil kasus, yakni  Desa Yehembang Kangin, Desa Yehembang Kauh, Kelurahan Tegalcangkring, Desa Delod Berawah, dan Desa Mendoyo Dauh Tukad.

Di Kecamatan Jembrana terdiri dari 10 desa, ada 4 desa sudah nihil kasus, yakni Desa Yehkuning, Desa Budeng, Desa Perancak, dan Kelurahan Pendem. Di Kecamatan Negara terdiri dari 12 desa, ada 5 desa yang sudah nihil kasus, yakni Kelurahan Loloan Barat, Desa Pengambengan, Desa Tegal Badeng Timur, Desa Tegal Badeng Barat, dan Desa Kaliakah. Di Kecamatan Melaya terdiri dari 10 desa, ada 4 desa yang sudah nihil kasus, yakni Desa Tuwed, Desa Candikusuma, Desa Warnasari, dan Desa Blimbingsari.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, tambahan kasus positif Covid-19 masih terjadi di Jembrana. Namun jumlahnya semakin menurun. “Kalau saya lihat dalam dua minggu terakhir ini, tambahan kasus di bawah 10 kasus per hari. Tetap ada kasus, tetapi menurun,” ujar Arisantha.

Selama pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga Minggu kemarin, jumlah kumulatif Covid-19 di Jembrana sebanyak 2.180 kasus. Dari 2.180 kasus itu, sebanyak 2.070 orang di antaranya sudah berhasil sembuh, 72 orang meninggal dunia, dan 38 orang yang masih dalam perawatan. Dengan menurunnya kasus akhir-akhir ini, dari pihak Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana tidak begitu kewalahan menyiapkan tempat isolasi.

“Untuk tempat isolasi masih aman. Kami masih pakai Hotel Jimbarwana, RSUD Negara, dan Puskesmas. Kalau tanpa gejala di hotel. Kemudian yang tanpa gejala ringan di Puskesmas, dan di Rumah Sakit yang gejala sedang sampai berat,” kata Arisantha yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Jembrana ini.

Meski kasus turun, Arisantha berharap semua masyarakat tetap waspada. Selama pandemi Covid-19, wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saat ini, berdasar peta zonasi risiko Covid-19 dari Satgas Penangan Covid-19 Nasional per 21 Maret 2021 lalu, Kabupaten Jembrana masih dikategorikan zona oranye (risiko sedang) Covid-19. *ode

Komentar