nusabali

Dewan Soroti Penggunaan Vaksin AstraZeneca

  • www.nusabali.com-dewan-soroti-penggunaan-vaksin-astrazeneca

Wakil Ketua I DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira juga berharap vaksinasi ini tidak hanya menyasar warga yang ber-KTP Denpasar. Namun semua masyarakat yang tinggal dan bekerja di Sanur.

DENPASAR, NusaBali

Pemkot Denpasar resmi mengumumkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi massal di kawasan zona hijau yakni Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kauh, dan Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan. Penggunaan vaksin tersebut menjadi sorotan Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Golkar I Wayan Mariyana Wandhira.

Wandhira mengatakan Dewan Denpasar memang telah mendengar ada dugaan kasus pembekuan darah setelah pemakaian AstraZeneca. Persentasenya, menurut dia, memang sangat kecil, dan tentu pemerintah pasti punya alasan kenapa memakai vaksin dimaksud, dan tidak ditangguhkan. Akan tetapi, dia meminta pemerintah juga harus bertanggung jawab jika terjadi dampak yang tidak diinginkan dari pemakaian vaksin tersebut.

“Pemerintah harus bertanggung jawab, jangan sampai hanya mengejar zona hijau buru-buru memakai dan memvaksin warganya dengan benda yang belum teruji penuh akurasinya. Jangan sampai kita mengejar kuantitas tapi melupakan kualitas,” kata politisi asal Sanur ini, Kamis (18/3).

Wandhira sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memilih Sanur sebagai kawasan zona hijau. Namun dia berharap vaksinasi ini tidak hanya menyasar masyarakat yang ber-KTP Denpasar. Melainkan semua masyarakat yang tinggal dan bekerja di Sanur, baik yang kos maupun mengontrak rumah di wilayah Sanur.

Pihaknya mencontohkan untuk Desa Sanur Kaja, yang memiliki penduduk sekitar 10.000 jiwa. Di mana 6.000-an penduduknya ber-KTP Denpasar, dan 4.000 lainnya merupakan penduduk pendatang. Sehingga untuk tiga wilayah Sanur yakni Sanur Kaja, Sanur Kauh, dan Kelurahan Sanur, membutuhkan sebanyak 35.000 vaksin.

“Siapa pun yang ada di seputaran Sanur wajib vaksin, kalau mau menetapkan Sanur sebagai kawasan zona hijau. Kemarin kami sudah komunikasikan dengan Walikota, terkait vaksin tersebut akan disiapkan berapa pun untuk zona hijau,” ungkapnya.

Wandhira menambahkan, dalam pelaksanaan vaksinasi ini perhitungan lokasi atau ketersediaan pos vaksin juga harus tepat. Jangan sampai vaksinasi massal ini malah menimbulkan kerumunan dan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Dan yang paling penting, data setelah pelaksanaan vaksinasi ini harus valid dari tingkat lingkungan hingga desa/kelurahan. “Harus jelas datanya, berapa yang sudah divaksin, juga ada evaluasi misal triwulan pertama apakah ada yang terpapar Covid-19, apakah yang terpapar tersebut sudah divaksin atau belum. Apa masih ada Covid-19, di mana, apa sudah tervaksin apa belum, sehingga data itu lengkap,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebutkan, Pemkot Denpasar telah membahas upaya untuk mewujudkan kawasan zona hijau di Sanur — yang meliputi Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kauh, dan Desa Sanur Kaja. Beberapa persiapan sudah mulai dilaksanakan, termasuk penyediaan posko untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menurut Jaya Negara, vaksinasi Covid-19 untuk kawasan zona hijau di Sanur rencananya akan menggunakan vaksin AstraZeneca, yakni vaksin buatan Inggris yang memiliki efektivitas 70 persen. Demikian pula vaksinasi untuk 2 kawasan zona hijau lainnya di Bali, masing-masing Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar (meliputi Kelurahan Ubud, Desa Kedewatan, Desa Sayan, Desa Petulu) dan Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung (meliputi Kelurahan Jimbaran, Kelurahan Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa, ITDC Nusa Dua).

Jaya Negara mengatakan, vaksin jenis AstraZeneca dipilih, karena sudah atas kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meskipun beberapa negara melakukan penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca, namun vaksin jenis ini tetap akan digunakan di Bali. “Ini sudah atas kajian dari BPOM. Lagipula, vaksin ini sudah berada di Indonesia,” jelas Jaya Negara.

Versi Jaya Negara, ada 100.000 dosis vaksin yang dijadwalkan tiba di Bali, dalam pekan ini. Jumlah vaksin sebanyak itu akan dibagi untuk 3 kawasan zona hijau: Sanur, Nusa Dua, dan Ubud. “Vaksin dijadwalkan tiba di Bali minggu ini,” tegas Walikota yang juga Sekretaris DPD PDIP Bali ini.

Untuk kawasan zona hijau di Sanur, kata Jaya Negara, jumlah penduduk yang akan divaksin mencapai 24.161 orang. Sedangkan pekerja di kawasan Sanur yang akan divaksin sebanyak 8.000 orang. Jadi, total ada sekitar 32.161 orang di Sanur yang harus divaksinasi. Nantinya, vaksinasi di Sanur akan dilaksanakan dengan berbasis banjar, dusun, dan lingkungan. *mis

Komentar