nusabali

Tembus 1.700 Wisatawan saat Tahun Baru

Kunjungan ke Objek Wisata Sangeh

  • www.nusabali.com-tembus-1700-wisatawan-saat-tahun-baru

Total pengunjung ke Objek Wisata Sangeh pada Jumat (1/1), dewasa domestik 1.497 orang, dan anak-anak 209 orang.

MANGUPURA, NusaBali
Setelah 9 bulan melewati pandemi Covid-19, Objek Wisata Sangeh mulai menggeliat saat Tahun Baru 2021, Jumat (1/1). Objek wisata yang terletak di Jalan Brahmana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung tersebut ramai dikunjungi oleh turis domestik. Momen tahun baru kali ini pengunjung tembus 1.700 orang dalam sehari, meski masih dalam situasi pandemi.

“Hari ini (kemarin) lumayan ramai, meski hujan. Dalam sehari, total pengunjung dewasa domestik 1.497 orang, dan anak-anak 209 orang,” ujar Ketua Pengelola Objek Wisata Sangeh I Made Mohon.

Berdasarkan data kunjungan dalam setahun terakhir (tahun 2020), kunjungan di Objek Wisata Sangeh memang menurun sejak Maret 2020. Pada Januari hingga Februari 2020, kunjungan terlihat masih normal. Januari 2020 kunjungan mencapai 13.969 orang dan Februari 2020 sebanyak 12.601 kunjungan. Namun, mulai Maret 2020, jumlah kunjungan hanya setengah dari jumlah normal, yakni 6.224 orang. Sebagai informasi, pada pertengahan Maret 2020, pemerintah memberlakukan kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.

Objek Wisata Sangeh pun sempat ditutup total karena pandemi Covid-19. Alhasil, mulai April hingga Juli 2020, tidak ada kunjungan sama sekali. Kunjungan sempat menggeliat pada Agustus 2020 yakni sebanyak 3.428 orang. Namun mulai September 2020 angka kasus positif Covid-19 mulai tinggi. Tercatat dalam laporan jumlah pengunjung, mulai September hingga November 2020 tidak berisi angka kunjungan.

“Dari seminggu yang lalu mulai ada kunjungan sekitar 100 orang per hari. Sebelumnya sepi. Paling hari Sabtu-Minggu, hari raya, dan momen tahun baru saja yang ramai sekarang,” ungkap Made Mohon.

Diakui, momen tahun baru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana kunjungan tak seramai tahun sebelumnya. Selain itu, pihak pengelola juga tidak mempersilakan pedagang musiman untuk berjualan menghiasi jalan menuju Objek Wisata Sangeh. Biasanya keberadaan pedagang musiman meramaikan momen tahun baru, sehingga pengunjung usai berkeliling bisa langsung menyantap makanan ataupun berbelanja kerajinan tangan.

“Hasil dari rapat banjar, objek wisata tetap buka. Tetapi pedagang-pedagang musiman yang biasanya kami gelar di depan untuk meramaikan situasi, itu yang tidak diperbolehkan. Kami berharap situasi ini bisa segera normal, dan tahun 2021 kunjungan mulai menggeliat,” tandas Made Mohon. *ind

Komentar