nusabali

Golkar Tak Terpengaruh Pemecatan Made Gianyar dari PDIP

  • www.nusabali.com-golkar-tak-terpengaruh-pemecatan-made-gianyar-dari-pdip

DENPASAR, NusaBali
Pemecatan Bupati Bangli, I Made Gianyar, yang notabene adalah kakak kandung Calon Bupati Bangli, I Made Subrata yang diusung Golkar-NasDem, dari keanggotaan PDIP tidak membuat parpol pengusungnya ciut nyali.

Bahkan Golkar dan NasDem optimis pemecatan Made Gianyar makin membuka peluang kemenangan Pasangan Calon (Paslon) I Made Subrata-Ngakan Made Kutha Parwata di Pilkada Bangli, 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, mengungkapkan hal tersebut di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Partai Golkar-NasDem-Demokrat untuk pemenangan Pilkada serentak 6 kabupaten dan kota di Hotel Intercontinental Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (5/12) pagi.

Dalam pertemuan tersebut Sugawa Korry didampingi Sekretaris DPD I Golkar Bali, Made Dauh Wijana, Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali Komang ‘Kos’ Suarsana dan Ketua Tim Pilkada DPD I Golkar Bali Dewa Made Suamba Negara.

Sementara dari Partai NasDem hadir Ketua DPW Partai NasDem Bali Julie Sutrisno Laiskodat didampingi Sekretaris DPW NasDem Bali I Nyoman Winata. Sementara Ketua DPD Demokrat Bali diwakili Ketua Bappilu Demokrat Bali Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles didampingi fungsionaris DPD Demokrat Bali Dewa Nyoman Sukrawan.

Sugawa Korry dalam rapat koordinasi kemarin menyebutkan Golkar tak mencampuri urusan internal PDIP, namun yang jelas Made Gianyar sangat dicintai rakyat Bangli.

"Kami tidak akan mencampuri pemecatan Made Gianyar sebagai kader maupun dari kepengurusan PDIP. Namun saya melihat rakyat di Kabupaten Bangli sangat mencintai Made Gianyar. Karena itu saya yakin kecintaan rakyat Bangli dengan sosok Made Gianyar yang adalah kakak Made Subrata akan diwujudkan dengan memberikan dukungan buat Paslon Made Subrata-Ngakan Kutha Parwata di Pilkada Bangli 9 Desember 2020," ujar Sugawa Korry.

Menurut Sugawa Korry walaupun saat ini digempur dengan berbagai cara, Paslon yang diusung Golkar-NasDem dan koalisinya tetap memiliki peluang kemenangan. "Sama juga dengan di Pilkada Karangasem di mana kami mengusung paket Gusti Ayu Mas Sumatri-Made Sukerana (Massker) peluang kemenangan sangat tinggi. "Walaupun di Pilkada Bangli, Pilkada Jembrana, Pilkada Tabanan, Pilkada Denpasar, dan Pilkada Karangasem digempur, peluang kami sangat besar untuk menang. Kami optimis," ujar Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Sugawa Korry menegaskan dalam rapat koordinasi kemarin disepakati untuk mengawal proses kemenangan Paslon yang diusung di Pilkada sampai finish. "Selain kita optimis menang di Pilkada Karangasem tanpa ke Mahkamah Konstitusi, kami optimis akan ada kejutan di Pilkada Jembrana, Pilkada Tabanan dan Pilkada Denpasar, di mana rakyat makin cerdas dan ingin adanya perubahan. Kita tunggu kejutan itu di 9 Desember 2020 nanti," tegas politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini.

Sementara Ketua DPW Partai NasDem Bali, Julie Laiskodat secara terpisah mengatakan partai koalisi, yakni Golkar-NasDem-Demokrat sepakat untuk terus tingkatkan komunikasi di dalam memenangkan paslon yang diusung di Pilkada 2020. Karena di Bali yang saat ini didominasi satu warna akan bisa diubah ke warna pelangi. "Tidak akan indah demokrasi ini di Bali, jika hanya ada 1 warna mendominasi. Kami siap membuat Bali berwarna pelangi melalui Pilkada 2020 ini," ujar Julie Laiskodat.

Sebelumnya diberitakan Made Gianyar kader senior PDIP asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD PDIP Bali dipecat DPP PDIP karena membelot dengan mendukung Paslon Made Subrata-Ngakan Kutha Parwata yang diusung partai lain. Made Gianyar dipecat bersama dengan Ngakan Kutha Parwata, politisi senior PDIP Bangli yang mantan Ketua DPRD Bangli 2015-2019.

Ngakan Kutha Parwata yang maju sebagai Cawabup berpasangan dengan Subrata dipecat bersama sang istri Sang Ayu Putri Adnyanawati yang Caleg DPRD Bali, Dapil Bangli pada Pileg 2019. Pengumuman pemecatan ketiganya disampaikan DPD PDIP Bali, di Kantor DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar, Jumat (4/12) siang.

Trio Made Gianyar-Kutha Parwata-Putri Adnyanawati dipecat karena cawe-cawe alias membelot di Pilkada Bangli 2020. Padahal, PDIP mengusung pasangan Sang Nyoman Sedana Arta-I Wayan Diar sebagai Cabup-Cawabup Bangli. Bupati Made Gianyar dengan posisi sebagai kader elite, justru memobilisasi dan menggerakkan pendukungnya untuk menangkan pasangan Made Subrata-Kutha Parwata, yang diusung partai lain.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Bali, Wayan Sutena, langsung menunjukkan surat keputusan pemecatan trio Made Gianyar-Kutha Parwata-Putri Adnyanawati, yang dinilai membangkang dan melawan induk partai tersebut. Surat pemecatan tersebut ditunjukkan Sutena bersama-sama dengan Made Suparta dan IB Kresnadana.

Menurut Sutena, dalam Pilkada Bangli 2020, DPP PDIP merekomendasikan pasangan Sedana Arta-Wayan Diar sebagai Cabup-Cawabup, dengan rekomendasi Nomor 1753/IN/DPP/VII/2020 tertanggal 27 Juli 2020. Nah, DPP PDIP pun menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai, DPC PDIP Bangli, seluruh kader, dan aktivis untuk mengamankan, menjalankan, dan memperjuangkan terpilihnya Sedana Arta menjadi Bupati Bangli dan Wayan Diar menjadi Wakil Bupati Bangli. *nat

Komentar