nusabali

Tri Handoko Terpilih Jadi Dirjen Bimas Hindu

Pejabat Dirjen Bimas Hindu Pertama dari Etnis Non Bali

  • www.nusabali.com-tri-handoko-terpilih-jadi-dirjen-bimas-hindu

Tri Handoko rencananya akan dilantik oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, pada Senin (10/8) besok di Kementerian Agama RI.

JAKARTA, NusaBali

Siapa yang terpilih sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI periode 2020-2025 menggantikan Prof I Ketut Widnya MA MPhil PhD, terjawab sudah. Dia adalah Dr Tri Handoko Seto SSi MSc. Tri Handoko terpilih melalui sidang tim penilai akhir (TPA) yang berlangsung secara tertutup. Penetapan tidak hanya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri, melainkan ada 10 menteri dan lembaga seperti pimpinan BIN, Kepala PPATK, Menteri PAN RB, Kepala BKN, Mensesneg dan Mensekab. Terpilihnya Tri Handoko juga menjadi catatan sejarah, sebab baru kali ini posisi Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI diisi pejabat beragama Hindu dari etnis non Bali.   

Tri Handoko rencananya akan dilantik oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, pada Senin (10/8) besok di Kementerian Agama RI.

"Kepres sudah turun, tapi tidak diumumkan. Yang terpilih bapak Tri Handoko Seto. Insya Allah akan dilantik hari Senin nanti," ujar Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI, Saefuddin A Syafei, kepada NusaBali melalui pesan elektronik singkat, Sabtu (8/8) malam. Penetapan telah dilakukan Presiden Jokowi pada 3 Agustus lalu dan pelantikan digelar pada, Senin besok.

Ketika dikonfirmasi NusaBali terkait dirinya yang terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko, mengaku belum menerima pengumuman secara resmi. Oleh karena itu, pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT ini belum mau mengomentari hasil tersebut. “Nanti saja mbak,” katanya singkat.

Namun sebelumnya Tri Handoko mengatakan, jika terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu, dirinya telah memiliki sejumlah program. Antara lain, dia ingin posisi Dirjen Bimas Hindu dipegang secara profesional dalam melayani umat Hindu di Nusantara. Langkah yang akan dia lakukan adalah meningkatkan profesionalisme pegawai dengan cara tidak biasa dan cepat. Pegawai yang kurang kompeten akan diberi Diklat.

Selanjutnya dia akan melakukan perubahan dalam pola kerja dengan membenahi pemberian reward dan punishment. Kemudian membangun dan melayani umat dari pinggiran, karena umat Hindu tidak hanya berada di Bali saja. Melainkan ada di daerah-daerah lain, seperti di Toraja dan Bugis di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera dan Jawa.

"Di sana kita tingkatkan SDM mereka dan bantu perekonomian mereka agar ke depan lebih maju dan sejajar dengan umat lainnya," papar pria yang juga sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) ini. Tak ketinggalan, Dirjen Bimas Hindu tidak hanya berpatokan pada kantornya saja.

Tapi, harus sharing sumber daya yang ada dengan cara kerjasama dengan PHDI yang tersebar di kecamatan-kecamatan, aktivis maupun unsur lembaga keumatan lainnya. Program pendidikan juga menjadi perhatian Tri Handoko. Menurutnya, ke depan harus ada perbaikan kurikulum mata pelajaran Agama Hindu untuk SD sampai SMA.

Kurikulum yang lebih menekankan pada pemahaman siswa terhadap agama Hindu baik dari sisi tatwa, etika maupun susila secara berimbang. Lalu dilakukan perbaikan pendidikan di perguruan tinggi Hindu. Di mana kualitas SDM perguruan tinggi Hindu harus diupgrade secara signifikan. Standar kualitas mahasiswa dan dosen harus ditingkatkan pula.

Dalam mengaplikasikan program tersebut, Tri Handoko akan memperhatikan program calon lainnya yang dianggap bagus. "Saya tidak kaku. Saya akan perhatikan program calon lainnya jika bagus," tutur Tri Handoko kepada NusaBali, Selasa 28 Juli 2020 lalu.

Tri Handoko juga siap meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT. Dia telah memegang jabatan tersebut selama empat setengah tahun sehingga akan ada regenerasi atau rotasi. "Sebagai ASN kita harus siap menjalankan tugas. Apalagi jika ada rotasi dan promosi," ucapnya kala itu.

Penelusuran NusaBali di https://bimashindu.kemenag.go.id pejabat Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI sejak awal berdiri, yakni periode pertama (1966-1973) dijabat IBP Mastra semasih bernama Dirjen Bimas Hindu dan Buddha. Lalu periode kedua (1973-1985) dijabat oleh Gde Pudja MA SH sebagai Dirjen Bimas Hindu dan Buddha yang kedua.

Periode ketiga (1985-1994) dijabat Drs I Gusti Agung Gede Putra. Lalu periode keempat (1994-1997) dijabat I Ketut Pasek. Periode kelima (1997-2000) dijabat Ir I Wayan Gunawan, periode keenam (2000-2006) dijabat Drs I Wayan Suarjaya MSi, periode ketujuh (2006-2014) Dirjen Bimas Hindu dijabat Prof Dr IBG Yudha Triguna MS. Terakhir periode kedelapan (2014-2020) dijabat Prof Drs I Ketut Widnya MA MPhil PhD.

Sebelumnya tiga besar nama calon Dirjen Bimas Hindu diajukan ke Presiden Rim Joko Widodo (Jokowi) setelah melalui sejumlah tahapan test. Ketiganya, yakni Guru Besar IHDN Denpasar Prof Dr Drs I Nengah Duija MSi, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Prof Dr Ida Bagus Raka Suardana SE MM dan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Dr Tri Handoko Seto SSi MSc. Tiga besar nama calon Dirjen Bimas Hindu ini dikirim kepada Presiden Jokowi untuk ditentukan menjadi satu orang menduduki jabatan tersebut. *k22

loading...

Komentar