nusabali

Berawal Musibah Meninggalnya Sejumlah Warga Secara Beruntun

  • www.nusabali.com-berawal-musibah-meninggalnya-sejumlah-warga-secara-beruntun

Pamangku Pura Prajapati, Jro Mangku Nyoman Sujana, sempat tiga kali mimpi aneh yang sama: Gegumuk Ageng di areal Setra Desa Pakraman Bunutin meledak tanpa sebab

Kejadian aneh lainnya, pohon Beringin keramat di areal Setra Desa Pakraman Bunutin juga mendadak terbakar, lalu roboh. Habis itu, muncul sipta (petunjuk niskala) lainnya di mana Gegumuk Ageng (gundukan tanah ukuran besar) di areal setra mendadak meledak. Sipta meledaknya Gegumuk Ageng tersebut diterima melalui Pamangku Pura Prajapati Desa Pakraman Bunutin, Jro Mangku Nyoman Sujana.

Bukan hanya Jro Mangku Sujana, tapi sejumlah krama setempat juga mengalami mimpi serupa: Gegumuk Ageng meledak tanpa sebab. Bahkan, Jro Mangku Sujana sampai mengalami mimi yang sama tiga kali berturut-turut. Dari rentetan peristiwa aneh dan sipta melalui mimpi itulah, krama setempat akhirnya sepakat melaksanakan proses nangiang Tapakan Ratu Gede Barong Ket dan Tapakan Rangda.

“Terjadinya kabrebehan itu membuat kami semua penasaran. Sebelumnya, tidak pernah terjadi kasus kematian warga secara beruntun di desa ini,” ungkap Kelian Adat Banjar Dukuh, Desa Pakraman Bunutin, I Nengah Roji. “Apalagi, kemudian ada mimpi yang sama berulang-ulang oleh Jro Mangku Prajapati dan sejumlah krama,” lanjut Nengah Roji.

Sedangkan Jro Mangku Sujana menceritakan isi mimpi yang sma dan terjadi berulang-ulang, merupakan hal yang menyeramkan baginya. “Kenyataannya secara sekala, terjadi musibah di mana beberapa warga meninggal secara beruntun,” jelas Jro Mangku Sujana.

Nah, renteten peristiwa aneh tersebut kemudian dibawsa ke parumah (pertemuan adat) yang melibatkan seluruh krama adat dan prajuru adat. Dari paruyman itu disepakati untuk nangiang Tapakan Ratu Gede Barong Ket dan Tapakan Rangda. Apalagi, Jro Mangku Sujana juga sempat menanyakan perihal mimpi aneh yang dialaminya kepada orang pintar di kawasan Banjar Tedung, Kelurahan Abianbase, Gianyar.

Orang pintar memberi petunjuk agar krama pangempon Pura Dalem Pemuhuman nangiang Tapakan Ratu Gede Barong Ket dan Tapakan Rangda. Setelah krama sepakat nangiang Tapakan Ratu Gede Barong Ket dan Tapakan Rangda, digelar kemudian prosesi Nyanjan di Pura Dalem P)emuhuman, sekitar 3 bulan lalu, dengan mendatangkan Tapakan dari Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli. Dari hasil ritual Nyanyan itu, juga diperoleh petunjuk yang sama: krama pangempon Pura Dalem Pemuhuman harus nangiang Tapakan Ratu Gede Barong Ket dan Rangda. * k17

Komentar