nusabali

Jadi Atlet Pertama Borong 2 Medali

  • www.nusabali.com-jadi-atlet-pertama-borong-2-medali

cabang olahraga beladiri judo mempersembahkan total 2 medali emas, 3 perak, 5 pe-runggu bagi kontingen Bali dalam PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Pejudo Gede Ganding Kalbu Kembali Sabet Perunggu

BANDUNG, NusaBali
Medali terakhir dipersembahkan pejudo belia I Gede Ganding Kalbu Soethama, 20, saat sabet perunggu di laga bergengsi Kelas Bebas Putra. Gede Ganding Kalbu pun menjadi atlet Bali pertama yang mampu borong dua keping medali di PON XIX 2016, karena empat hari sebelumnya juga sukses sabet medali perak ke nomor spesialisasinya, Kelas -100 Kg Putra.

Dalam tarung Kelas Bebas Putra (diikuti pejudo dari semua kelas) yang digelar di GOR Saparua Bandung, Jawa Barat, Minggu kemarin, Gede Ganding Kalbu gagal mengincar medali emas, setelah dipecundangi pejudo DKI Jakarta, Jeremy Pantow, di semifinal. Gede Ganding pun harus puas kebagian medali perunggu bersama pejudo DKI Jakarta lainnya, Gerad Pantow. Sedangkan medali emas dan perak di Kelas Bebas Putra ini masing-masing disabet Horas Manurung (dari Jabar) dan Jeremy Pantow (DKI Jakarta).

Selain Gede Ganding, Bali juga menerjukan dua pejudo lagi dalam tarung Kelas Bebas Putra, Minggu kemarin, yakni kakak adik asal Bangli: I Putu Wiradamungga Adesta dan I Kadek Rakyanda Adyatama. Namun sayang, si sulung Wiradamungga dipecundangi pejudo Jabar Horas Manurung di babak awal, sedangkan si bungsu Kadek Rakayanda dipecunangi pejudo GKI Jeremy Pantaw. Sedangkan satu-satunya pejudo Bali yang turun di Kelas Bebas Putri, Ni Kadek Ayu Intan Lestari, juga gagal raih medali, karena terhenti di babak awal.

Dengan berakhirnya tarung Kelas Bebas Putra dan Bebas Putri, Minggu kemarin, cabang judo praktis telah sukses mempersembahkan 2 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu bagi kontingen Bali di PON XIX 2016. Dua keping medali emas masing-masing dipersembahkan Ni Kadek Anny Pandini, 23 (di Kelas -57 Kg Putri) dan Kadek Adi Wirawan, 26 (di Kelas -73 Kg Putra).

Sedangkan 3 medali perunggu dipersembahkan Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti di Kelas -57 Kg Putri, I Komang Adiarta dari Kelas -73 Kg Putra, dan Gede Ganding Kalbu Soethama di Kelas -100 Kg Putra. Sebaliknya, 5 keping perunggu disumbangkan Ni Kadek Ayu Intan Lestari di Kelas -53 Kg Putri, Putu Wiradamungga Adesta di Kelas -81 Kg, Sinta Mulyani di Kelas -52 Kg Putri, I Kadek Rakyanda Adyatama di Kelas -90 Kg Putra, dan Gede Gandung Kalbu Soethama di Kelas Bebas Putra. Ini jauh melebihi prestasi dalam PON XVIII 2012 ketika cabang judo persembahkan 2 medali emas, 2 perak, 2 perunggu bagi kontingen Bali.

Meski gagal membidik kepingan emas, Gede Ganding Kalbu boleh berbangga karena menjadi atlet pertama yang borong dua medali bagi kontingen Bali di PON XIX 2016. Setidaknya, ini kado istimewa bagi Ultah ke-20 Gede Ganding yang jatuh pada 7 September 1996 lalu.

Hanya saja, pejudo asal Denpasar yang merupakan putra dari pasangan Suryantara Soethama dan Ni Luh Sukerami ini mengaku mengaku belum puas dengan raihan 1 medali perak dan 1 perunggu. Menurut Gede Ganding, prestasi tersebut tidak sesuai dengan target awal. Padahal, semua dia merasa sangat yakin mampu meraih medali emas di Kelas -100 Kg Putra. “Tapi, saya malah kalah lawan pejudo tuan rumah Jabar di final,” tutur Gede Ganding kepada NusaBali di GOR Saparua Bandung, Minggu kemarin.

Gede Ganding mengeluhkan keputusan wasit saat final Kelas -100 Kg Putra, terutama saat jadi korban ketika didorong keluar lintasan. "Aturan itu belum ditegakkan. Sebenarnya, yang mendorong dijatuhi sanksi, namun terbalik, malah saya dikatakan keluar dan dijatuhi sanksi. Padahal, jelas lawan yang mendorong saya,” keluh juara Kelas -100 Kg Putra dalam Kejurnas Judo 2015 ini.

Menanggapi kegagalannya membidik medali emas Kelas Bebas Putra, Gede Ganding mengakui dirinya kalah ketahanan stamina. Meski usianya baru 20 tahun, tapi lawan-lawannya punya tenaga lebih kuat. “Saya harus puas dengan medali perunggu di Kelas Bebas. Saya target medali emas untuk PON XX 2020 mendatang,” jelas pejudo yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Unud ini.

Sementara itu, pelatih judo PON XIX Bali, I Made Antika Kowara, mengakui dari sisi kualitas prestasi, para pejudo yang diterjunkan di Kelas Bebas belum mampu berbuat banyak. "Jadinya, kami hanya mampu menambah satu medali perunggu dari Kelas Bebas ini. Selain Gede Ganding, memang tidak ditargekan meraih medali di Kelas Bebas, karena rival-rival dari daerah lain terlalu berat,” jelas Antika Koswara. * dek

Komentar