nusabali

Sopir Truk Jawa - Bali Positif Covid-19

  • www.nusabali.com-sopir-truk-jawa-bali-positif-covid-19

Saat penyeberangan di pelabuhan, PDP 80 sempat dirapid test dengan hasil non reaktif. Namun setelah tiba di rumah, baru menimbulkan gejala sakit.

SINGARAJA, NusaBali
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng kembali mendapatkan penambahan dua kasus poistif baru. Salah satunya, sopir truk Jawa-Bali asal Kecamatan Seririt, Buleleng, dinyatakan positif setelah dites swab pertama.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, melalui video conference, Selasa (2/6), mengatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) komulatif 83 orang. Dari jumlah itu, 71 orang terkonfirmasi positif dan 10 orang negatif. Dua orang berstatus PDP, masih menunggu hasil tes swab. “Yang positif ada penambahan dua orang. Tetapi yang sembuh bertambah dua orang. Sehingga pasien sembuh saat ini 56 orang, dan masih dirawat 15 orang,” jelas Sekda Buleleng itu.

Jelas dia, PDP terkonfirmasi positif, PDP 80, seorang sopir truk asal Kecamatan Seririt, biasa mengantarkan barang dari Jawa ke Bali atau sebaliknya. PDP 80 ini terpantau setelah menunjukkan gejala pada Senin (1/6) lalu saat tiba di rumahnya. Sebelumnya saat penyeberangan di pelabuhan, PDP 80 disebut sudah sempat dirapid test dengan hasil non reaktif. Namun setelah tiba di rumah, baru menimbulkan gejala sakit sehingga memeriksakan diri ke RSUD Buleleng. Setelah dirapid test ulang, hasilnya reaktif. Sopir truk itu pun langsung dites swab dengan hasil positif Covid-19. Dia langsung diisolasi.

Selain PDP 80, penambahan kasus baru juga menjangkiti PDP 82, warga asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Pasien ini sempat kontak erat dengan PDP 76 yang berujung kontak dengan PDP 61 yang sudah sembuh. Kedua pasien positif Covid-19 ini merupakan kasus transmisi lokal yang masih bermunculan di Buleleng. GTPP Covid-19 Buleleng saat ini tengah menerjunkan tim surveylance untuk mentracing kontak berkaitan dengan dua PDP terkonfirmasi positif baru.

Sementara itu, dua PDP yang hingga kemarin sore masih menunggu hasil swab yakni PDP 81. Dia buruh asal Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, dengan gejala batuk enam bulan, mual, muntah dengan rapid test reaktif. Selain itu, PDP 83 atau PDP baru yang pensiunan PNS asal Kecamatan Banjar dengan hasil rapid test reaktif. Dia  dengan keluhan nyeri dada kiri, batuk, dan sulit berkomunikasi. “Kedua PDP yang berlum terkonfirmasi ini tidak ada riwayat. Tetapi rapid test reaktif, kami masih menunggu hasil swab pertamanya,” jelas mantan Kadisdikpora Buleleng ini.

GTPP Covid-19 Buleleng sampai saat ini juga masih melakukan pemantauan terhadap 151 orang Orang Tanpa Gejala yang melakukan karantina mandiri serta 141 orang pelaku perjalanan dari negara terjangkit maupun transmisi lokal di Buleleng.

Data perkembangan penanganan Covid-19 Buleleng yang masih fluktuatif di Buleleng mengharuskan masyarakat Buleleng tetap waspada dan bertahan dari disiplin diri menjalankan protap Covid-19. Wacana new normal yang saat ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat,  menurut mantan Asisten III Setda Buleleng ini, tak lantas akan memberikan kebebasan sepenuhnya seperti situasi sebelum Covid-19 merebak. New Normal yang diwacanakan pemerintah adalah kebebasan baru yang penuh dengan keterbatasan.*k23

loading...

Komentar