nusabali

Bali Dapat Tambahan Jatah 7.000 APD

Positif Covid-19 di Bali Bertambah Jadi 81 Kasus

  • www.nusabali.com-bali-dapat-tambahan-jatah-7000-apd

DENPASAR, NusaBali
Pemprov Bali kembali digelontor 7.000 pcs alat pelindung diri (APD) dan 4.000 masker dari pusat, untuk tim medis dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Bantuan APD dan masker tersebut sudah tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Sabtu (11/4) siang. Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provnsi Bali, I Made Rentin, mengatakan bantuan 7.000 APD dan 4.000 masker tersebut segera dibuatkan kalkulasi untuk selanjutnya akan didistribusikan ke semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali. "Bantuan APD akan kita salurkan belasan rumah sakit rujukan Covid-19," ujar Made Rentin yang juga Kepala BPBD Provinsi Bali saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (12/4).

Made Rentin menyebutkan, seluruh 7.000 pcs APD dan 4.000 masker yang diberikan pusat tersebut sudah disimpan di Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Soal berapa kebutuhan masing-masing rumah sakit rujukan, masih dikalkulasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Yang jelas, kata Rentin, APD tersebut segera akan disalurkan, karena sangat diperlukan tim medis sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19. "Yang menyusun ratio kebutuhan APD di masing-masing rumah itu, ya Dinas Kesehatan. Sekarang masih disusun," tandas mantan Kabag Umum Setwan DPRD Bali ini.

Sebelumnya, Bali sudah digelontor bantuan 12.500 pcs APD dari pemerintah pusat. Pertama, digelontor pada 23 Maret 2020 lalu, sebanyak 5.000 pcs APD. Kedua, digelontor 7.500 pcs APD pada 3 April 2020. Selain 7.500 APD, hari itu juga digelontor 37.500 masker untuk petuhas medis di Bali.

Bantuan 7.500 APD dan 37.500 masker untuk Bali saat itu tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Jumat (3/4) siang pukul 11.45 Wita, diangkut menggunakan pesawat Hercules CN-295 milik TNI AD. Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, mewakili Ketua Satgas Dewa Made In-dra.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid1-9 di Bali terus bertambah. Per Minggu kemarin, kembali terjadi tambahan 2 pasien positif, sehingga total kumulatif positif Covid-19 di Bali menjadi 81 kasus. Tambahan 2 kasus Covid-19 di Bali ini diumumlan oleh Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB, Minggu kemarin.

Secara keseluruhan kata Yurianto, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai total 4.241 kasus. Terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 2.044 kasus, disusul Jawa Barat (450 kasus), Jawa Timur (386 kasus), banten (281 kasus), dan Jawa Tengah (200 kasus).

Dari jumlah 4.241 pasien positif se-Indonesia tersebut, sebanyak 359 orang di antaranya berhasil sembuh, sementara 373 orang meninggal dunia. Khusus di Bali, dari total 81 pasien positif, 19 orang berhasil sembuh, sementar 2 orang lagi peninggal.

Per Minggu kemarin, ada tambahan 2 kasus positif Covid-19 di Bali.

Sedangkan sehari sebelunya, Sabtu (11/4), jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali bertambah menjadi 79 kasus dari semula 75 kasus (ada tambahan 4 kasus). Data yang dirilis Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sabtu lalu, dari 79 kasus positif itu, 7 orang di antaranya WNA dan 72 orang lagi adalah WNI. Tambahan 4 kasus positif hari itu merupakan imported case, yakni dibawa oleh orang yang punya riwayat bepergian ke luar negeri.

Dewa Indra menyebutkan, dari 72 kasus positif WNI, 51 orang di antaranya merupakan kasus bawaan dari luar negeri. Sedangkan sisanya, 13 orang merupakan kasus bawaan dari luar daerah alias positif karena tertular di daerah lain dan 8 orang lagi kasus transmisi lokal.

"Angka tersebut penting dicermati dan menjadi bahan pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dalam menentukan strategi pencegahan," ujar Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali.

Pada bagian lain, Dewa Indra mengatakan sejak 22 Maret 2020 hingga 10 April 2020, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru pulang dari luar negeri dan telah menjalani rapid test mencapai 7.621 orang. Sebagian besar dari mereka bisa pulang ke rumah masing-masing, karena hasil rapid test-nya negatif. Sedangkan mereka yang hasil tesnya positif, mengikuti proses perawatan dan beberapa di antaranya telah sembuh. *nat

Komentar